Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Abai Prokes Covid-19, Pekerja Nissan-Renault India Mogok

Menurut serikat pekerja, ratusan pekerja di dekat Chennai jatuh sakit karena Covid-19 dan puluhan lainnya meninggal tahun ini. Pekerja pun menuntut penerapan jarak sosial yang memadai, rehabilitasi keluarga pekerja yang meninggal, dan perawatan medis bagi mereka yang terkena Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  21:59 WIB
Logo Nissan Motors.  - NISSAN
Logo Nissan Motors. - NISSAN

bisnis.com, JAKARTA — Pekerja di pabrik Renault-Nissan di India selatan tidak akan melapor untuk bekerja pada hari Senin, 31 Mei 2021, karena masalah keamanan terkait virus Covid-19. Hal tersebut disampaikan serikat pekerja melalui sebuah surat kepada perusahaan seperti dilaporkan Reuters, mengutip Tempo, Senin (31/5/2021).

"Tidak akan aman bagi pekerja untuk melapor untuk bekerja pada hari Senin, 31 Mei 2021," kata serikat pekerja Renault-Nissan India dalam sebuah surat yang dikirim Minggu malam.

Dua sumber mengatakan serikat pekerja akan terus membahas tuntutannya pada hari Senin. Ratusan pekerja di dekat Chennai jatuh sakit karena Covid-19 dan puluhan lainnya meninggal tahun ini, kata serikat pekerja.

Pada hari Minggu, para pemimpin serikat pekerja mengatakan kepada Renault-Nissan bahwa tuntutannya terhadap penerapan jarak sosial yang memadai, rehabilitasi keluarga pekerja yang meninggal, dan perawatan medis bagi mereka yang terkena Covid-19 belum dipenuhi.

"Permintaan serikat ... untuk memastikan jarak sosial belum diterima," bunyi surat kepada Direktur Pelaksana dan Wakil Presiden HR Renault-Nissan.

Serikat pekerja juga mengatakan Renault-Nissan hanya memvaksinasi 200 pekerja dengan dosis pertama. Perusahaan tersebut mengatakan kepada pengadilan setempat pekan lalu bahwa pabrik tersebut memiliki tenaga kerja lebih dari 8.000 orang.

Nissan, yang memiliki saham mayoritas di pabrik tersebut, tidak segera menanggapi email yang meminta komentar. Perusahaan tersebut mengatakan minggu lalu telah memvaksinasi karyawan dengan usia 45 tahun ke atas dan bersedia untuk menyuntik mereka yang berusia di bawah 45 tahun berdasarkan ketersediaan vaksin.

Pemerintah negara bagian pada hari Sabtu, 29 Mei 2021, mengizinkan produsen mobil untuk terus beroperasi meskipun ada protes dari para pekerja, tetapi mendesak perusahaan untuk mengikuti protokol kesehatan dan memvaksinasi semua karyawan dalam waktu satu bulan.

Terkait dengan aksi mogok kerja di pabrik Renault-Nissan, produsen otomotif lainnya seperti Ford dan Hyundai telah menutup pabrik di selatan selama seminggu terakhir menyusul protes atas masalah keamanan Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan india renault Covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top