Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menutup Kap Mesin Mobil Lebih Baik Ditekan atau Dibanting?

Lazimnya ada dua cara mengunci kap mesin mobil, yakni membanting atau menekan. Namun kedua cara ini ternyata memiliki kelebihan dan kekurangan. Lalu mana yang lebih baik?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  14:33 WIB
Ilustrasi kap mesin mobil yang terbuka.  - Auto2000
Ilustrasi kap mesin mobil yang terbuka. - Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam urusan menutup kap mobil, dunia otomotif terbelah. Ada dua cara yang lazim digunakan, yakni menekan kap mesin atau membantingnya. 

Lalu sebenarnya mana yang lebih baik? Jika Anda memiliki pertanyaan tersebut dan belum terjawab, membaca ulasan ini bisa jadi langkah tepat untuk Anda.

Menutup kap mesin mobil dengan cara ditekan sah-sah saja, caranya cukup dengan menempatkan kap mesin mobil Anda secara perlahan di atas pengunci, kemudian Anda dapat menggunakan satu atau sekaligus dua telapak tangan Anda untuk menekan kap mesin mobil tersebut hingga terkunci.

Cara ini bisa dibilang terlihat lebih santun, karena tidak menimbulkan suara keras seperti saat membanting kap mesin. 

Namun tahukah Anda bahwa mengunci kap mesin mobil dengan cara menekan sebenarnya tidak disarankan. Mengapa? Menekan kap mesin mobil secara berlebihan, meskipun tidak disengaja, lama-kelamaan akan membuat penyok bagian kap mesin yang sering ditekan tersebut.

Nah, dilemanya, jika Anda menekan kap mesin mobil dengan hati-hati dan pelan-pelan, bisa saja malah tidak terkunci. Apalagi bila tangan Anda dalam keadaan kotor, Anda harus kerja dua kali dengan mengelap bekas kotoran di kap mesin mobil Anda. Oleh karena itu, cara ini agak ribet karena Anda harus memerhatikan benar tekanan yang dilakukan agar tidak membuat penyok bagian kap mesin mobil tetapi tetap membuat kap mesin terkunci.

Cara kedua, menutup kap mesin mobil dengan cara dibanting, ternyata cara ini lebih direkomendasikan dinbandingkan dengan cara pertama. Caranya, posisikan kap mesin mobil dengan jarak kurang lebih setinggi kurang lebih 20 sampai 30 sentimeter di atas pengunci. Kemudian lepaskan pegangan tangan Anda pada ketinggian kira-kira sejengkal tersebut, saat kap mesin mobil jatuh menimpa pengunci maka akan terkunci dengan sendirinya tanpa perlu ditekan.

Namun cara ini juga memiliki kelemahan, karena apabila posisi membanting kap mesin mobil terlalu tinggi,  benturan yang terlalu keras malah dapat merusak penguncinya.

Adapun secara teknis, menutup kap mesin mobil dengan cara dibanting memang lebih mudah dan praktis. Oleh karena itu banyak pengguna mobil menyarankan dengan cara ini. Menekan kap mesin mobil selain dapat menyebabkan penyok, risiko lain yaitu catnya bisa saja menjadi lecet.

Anda juga perlu melakukan perawatan agar pengunci kap mesin mobil tetap berfungsi dengan baik, caranya cukup oleskan minyak gemuk pada bagian pengunci secukupnya, jangan berlebihan tetapi jangan sampai tidak sama sekali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil tips otomotif

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top