Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Royal Enfield Recall 190 Motor di Asia Pasifik, Termasuk di Indonesia

Distributor Royal Enfield Asia Pasifik atau dealer lokal akan menghubungi masing-masing pemilik kendaraan yang memiliki sepeda motor dengan nomor identifikasi kendaraan (VIN) dalam periode produksi yang telah disebutkan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  14:32 WIB
 Royal Enfield Meteor 350.  - ANTARA
Royal Enfield Meteor 350. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Royal Enfield mengampanyekan program penarikan kembali atau recall sebanyak hampir 190 unit sepeda motor model Classic, Bullet, dan Meteor 350 yang dipasarkan di Asia Pasifik.

Dari 190 unit kendaraan yang terkena recall, Royal Enfield akan menarik sepeda motor Meteor yang diproduksi dan dijual antara Desember 2020 dan April 2021. Sementara itu, model Bullet dan Classic yang diproduksi dan dijual antara Januari dan April 2021.

Tindakan penarikan proaktif ini akan berlaku untuk sepeda motor model Meteor, Classic, dan Bullet yang dipasarkan di India, Thailand, Indonesia, Filipina, Australia, dan Malaysia.

Program recall ini dilakukan karena ditemukan isu mekanis pada salah satu suku cadang, yakni ignition coil, yang dapat menyebabkan misfiring, penurunan performa kendaraan dan dalam kasus yang sangat terjadi adalah korsleting listrik.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (20/5/2021), Royal Enfield menyebutkan permasalahan ini ditemukan perusahaan melakukan pengujian internal rutin.

“Sumber masalah telah diidentifikasi dan hanya berkisar pada kumpulan material tertentu yang bersumber dari pemasok eksternal pada periode Desember 2020 dan April 2021,” tulis keterangan resmi tersebut.

Sepeda motor tersebut akan menjalani pemeriksaan dan jika memang ditemukan adanya isu mekanis, maka akan diberikan penggantian suku cadang.

“Kami memperkirakan bahwa hanya kurang dari 10 persen dari total sepeda motor ini akan memerlukan penggantian suku cadang,” tulis pernyataan Royal Enfield.

Distributor Royal Enfield Asia Pasifik atau dealer lokal akan menghubungi masing-masing pemilik kendaraan yang memiliki sepeda motor dengan nomor identifikasi kendaraan (VIN) dalam periode produksi yang telah disebutkan.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa Royal Enfield memiliki protokol pengadaan material yang sangat ketat dan bahwa semua sepeda motor kami telah diuji secara ketat untuk standar validasi kualitas dan daya tahan global.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Royal Enfield
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top