Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Chip Semikonduktor, VW Kemungkinan Akan Kurangi Produksi

Pembatasan produksi hanya akan dilakukan VW terhadap mesin berbahan bakar konvensional. Volume pada jalur produksi mobil listrik tetap akan dipertahankan
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  14:45 WIB
Ilustrasi chip -  Bloomberg
Ilustrasi chip - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Volkswagen AG memproyeksi krisis chip atau cip semikonduktor akan membuat produksi kendaraan tertahan dalam beberapa bulan mendatang. Akan tetapi produksi mobil listrik saat ini tidak terpengaruh oleh hal tersebut.

Kekurangan komponen semikonduktor dapat mulai berkurang pada paruh kedua tahun ini, kepala merek VW Ralf Brandstaetter mengatakan kepada DPA dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Sabtu. 

Produsen mobil terbesar di Eropa ini memperingatkan pada bulan Desember bahwa krisis cip mengancam produksi lebih dari 100.000 unit mobil. Kemacetan produski yang memengaruhi seluruh industri diperburuk oleh kebakaran di pabrik chip Renesas Electronics Corp. di Jepang dan badai musim dingin di Texas tahun ini.

Adapun terkait hal tersebut VW akan mengurangi 4.000 pekerjaan administrasi dan menambahkan 2.000 posisi untuk operasi digital, kata Brandstaetter. Perusahaan juga terus memangkas kompleksitas manufaktur untuk menurunkan biaya dan membatasi perekrutan eksternal sejauh mungkin.

Sementara itu Chief Executive Officer baru Intel Corp. Pat Gelsinger mengatakan perusahaan sedang membangun ulang beberapa pabriknya untuk meningkatkan produksi dan mengatasi kekurangan cip di industri otomotif. Menurutnya, mungkin diperlukan setidaknya beberapa bulan sebelum krisis pasokan mereda.

Seperti diketahui, pada mulanya krisis pasokan cip semikonduktor hanya melanda perusahaan teknologi. Namun kemudian kondisinya semakin parah hingga akhirnya sejumlah pabrikan otomotif mengumumkan pembatasan bahkan hingga menghentikan produksi selama beberapa waktu karena kekurangan cip. 

Dalam laporan Bloomberg sebelumnya, dampak krisis cip semikonduktor terhadap industri otomotif memburuk. Pada akhir April 2021, BMW AG mengumumkan akan menghentikan produksi mobil Mini di pabriknya di Oxford, Inggris, selama tiga hari mulai 30 April 2021.

Di benua berbeda, Honda Motor akan menghentikan produksi di tiga pabrik di Jepang selama lima hingga enam hari pada bulan depan, kata seorang juru bicara.

Kemudian di Amerika Serikat, Ford Motor mengurangi perkiraan pendapatan setahun penuh karena kekurangan cip yang sekarang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan. Menurut Kepala Keuangan Ford Jogn Lawler, secara keseluruhan, kekurangan cip kemungkinan akan mengurangi produksi sebesar 1,1 juta kendaraan Ford pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif Komponen Otomotif

Sumber : Bloomberg

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top