Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Cip Semikonduktor Sektor Otomotif Memburuk

Krisis cip semikonduktor telah membuat pabrik mobil di tiga benua mengambil kebijakan mengurangi volume produksi.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 April 2021  |  09:37 WIB
Produksi komponen logam melalui peleburan sinar laser selektif di Pabrik BMW.  - BMW
Produksi komponen logam melalui peleburan sinar laser selektif di Pabrik BMW. - BMW

Bisnis.com, JAKARTA — Krisis cip semikonduktor yang melanda industri otomotif global memburuk. Tercatat perusahaan di tiga benua memotong volume produksi.

Mengutip Bloomberg, Kamis (29/4/2021), BMW AG akhirnya menyerah pada krisis cip setelah berbulan-bulan mengelola strategi untuk mempertahankan produksi. Pabrikan otomotif asal Jerman ini mengatakan akan menghentikan produksi mobil Mini di pabriknya di Oxford, Inggris, selama tiga hari mulai besok, 30 April 2021.

Selain itu, pabrikan juga mengurangi jam kerja di fasilitas produksi Regensburg, Jerman, pada pekan ini .

Di benua berbeda, Honda Motor akan menghentikan produksi di tiga pabrik di Jepang selama lima hingga enam hari pada bulan depan, kata seorang juru bicara.

Kemudian di Amerika Serikat, Ford Motor mengurangi perkiraan pendapatan setahun penuh karena kekurangan cip yang sekarang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan. Menurut Kepala Keuangan Ford Jogn Lawler, secara keseluruhan, kekurangan cip kemungkinan akan mengurangi produksi sebesar 1,1 juta kendaraan Ford pada tahun ini.

Kekurangan semikonduktor yang sangat dibutuhkan telah memaksa seluruh industri otomotif untuk memangkas produksi, meninggalkan sedikit persediaan di dealer tepat ketika konsumen keluar dari penguncian Covid-19. Melonjaknya permintaan untuk ponsel, laptop dan elektronik selama pandemi telah membanjiri pemasok cip.

Chief Executive Officer Tesla Inc. Elon Musk pekan ini menyebut kekurangan cip sebagai masalah besar. NXP Semiconductors NV mengatakan pihaknya memperkirakan pasokan akan ketat sepanjang tahun dan memperingatkan kendala untuk industri otomotif dapat berlanjut hingga 2022.

Hanya dalam sepekan terakhir, Jaguar Land Rover Automotive, Volvo Group dan Mitsubishi Motors  telah bergabung dalam daftar pabrik yang terkena dampak. Konsultan AlixPartners mengatakan kekurangan cip dapat membuat pembuat mobil kehilangan US$61 miliar dalam penjualan tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil

Sumber : Bloomberg

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top