Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-Siap! Pakar : Era Kendaraan Listrik Tak Sampai 10 Tahun Lagi

Dari sisi keterjangkauan, harga mobil listrik yang saat ini mahal juga akan memasuki skala keekonomian tinggi ke depan.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 28 April 2021  |  19:31 WIB
Mobil listrik prototipe Honda yang memiliki tampilan SUV.  - Honda
Mobil listrik prototipe Honda yang memiliki tampilan SUV. - Honda

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar otomotif sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu memproyeksi era kendaraan listrik tidak akan lama lagi masuk di Indonesia. Apalagi saat ini dunia sedang gandrung dengan bisnis Tesla milik Elon Musk.

Yannes menyebut dari sisi captive market, Indonesia sudah akan masuk pada bonus demografi pada 2030 di mana milenial dan Gen Z akan menjadi pusat pasar dengan karakternya yang lebih terbuka pada produk canggih.

"Contohnya HP saja, anak sekarang ganti bukan karena rusak tetapi ingin yang lebih dari satu produk baru yang ditawarkan. Belum lagi dukungan dari pemerintah dan posisi kita sebagai produsen baterai kedua di dunia," katanya kepada Bisnis, Rabu (28/4/2021).

Yannes mengemukakan dari sisi keterjangkauan, harga mobil listrik yang saat ini mahal juga akan memasuki skala keekonomian tinggi ke depan.

Pasalnya, sebagai gambaran pada 2010 harga baterai per kWh US$1.100 dan periode 2019—2020 ini menjadi US$156 atau 10 persennya hanya dalam waktu 10 tahun.

Sementara pada 2023 harganya diproyeksi kembali turun menjadi US$60 seiring dengan produksi baterai yang meningkat ke depan. Artinya, mobil listrik yang saat ini berlabel masih mahal secara bertahap akan lebih murah.

"Belum lagi dari pemerintah yang tengah merancang insentif pajak untuk pembelian mobil listrik secara luar biasa dan peningkatan pada pajak karbon," ujar Yannes.

Meski demikian, rencana menjadikan jalanan lebih hijau ini juga tak luput dari tantangan, bahkan level pengembangan industri ini sudah sampai di level politis antarnegara.

Pasalnya, sebagian industri otomotif raksasa multinasional tidak suka dengan langkah cepat yang dibuat oleh Indonesia tersebut.

Yannes menyebut mereka masih ingin lebih lama lagi menikmati hasil investasi besar mereka dalam membuat pabrik komponen motor bakar untuk mobil-mobilnya yang saat ini dipasarkan di Indonesia.

"Mereka tentunya berupaya menekan pemerintah Indonesia agar memperlambat laju persiapan pembangunan ekosistem kendaraan listiknya."

Percepatan tumbuhnya industri kendaraan listrik khususnya baterai kendaraan listrik dipastikan berpotensi untuk membuat model bisnis semua industri kendaraan bermotor bakar saat ini di pasar Indonesia akan rontok, terutama saat masyarakat atau pasar sudah aware terhadap benefit dari membeli kendaraan listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors Kendaraan Listrik
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top