Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPnBM Nol Persen, Penjualan Avanza Cs April Malah Diproyeksi Turun

Seperti diketahui insentif PPnBM untuk mobil 1.500 cc masih akan berlaku hingga November 2021, tetapi pada bulan ini penjualan segmen mobil tersebut malah diperkirakan turun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 21 April 2021  |  20:25 WIB
Pabrik PT Astra Daihatsu Motor yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Jl. Surya Pratama No.Kav. 50, Kutanegara, Ciampel, Kabupaten Karawang.  - ADM\\r\\n
Pabrik PT Astra Daihatsu Motor yang berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta, Jl. Surya Pratama No.Kav. 50, Kutanegara, Ciampel, Kabupaten Karawang. - ADM\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja penjualan industri otomotif nasional untuk mobil berkapasitas 1.500 cc yang masuk program relaksasi pajak diperkirakan turun pada bulan ini. 

Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, mengatakan bahwa penurunan penjualan terjadi karena pabrikan mulai kewalahan menerima tingginya permintaan konsumen. 

“Salah satu penyebabnya karena tidak ada stok, sehingga surat pemesanan kendaraan [SPK] mulai turun. Bukan hanya di Daihatsu, tetapi juga beberapa brand,” ujar Amelia dalam diskusi virtual, beberapa waktu lalu. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales mobil 1.500 cc berpenggerak 4x2 cc mencapai 45.192 unit pada Maret 2021. Jumlah ini naik 121 persen dibandingkan Februari 2021. 

Adapun total penjualan wholesales nasional pada Maret menyentuh angka 84.910 unit, naik 72,6 persen dibandingkan Februari. Sementara itu, penjualan ritel tercatat 77.511 unit, tumbuh 65,1 persen jika disandingkan dengan kinerja penjualan bulan sebelumnya. 

Amelia menjelaskan permintaan kendaraan yang mendadak tinggi tidak sekaligus meningkatkan kemampuan produksi perusahaan di tengah pandemi covid-19. Pasalnya, kegiatan produksi pabrik dibatasi oleh protokol kesehatan dan kesiapan dari pemasok lainnya.  

“Untuk memenuhi permintaan yang melonjak memerlukan waktu, karena karyawan di pabrik bekerja dengan protokol kesehatan, harus mengatur jarak, sehingga produksinya tidak seperti waktu normal. Belum terkait kesiapan pemasok,” tuturnya. 

Kendati demikian, Amelia menyatakan bahwa total penjualan bulan ini akan lebih baik dibandingkan Maret. Hal ini disebabkan SPK untuk mobil berkapasitas di atas 1.500 cc mulai merangkak naik seiring diterapkannya perluasan insentif PPnBm. 

Tak hanya Daihatsu, PT Toyota Astra Motor (TAM) turut menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan karena kurangnya pasokan dari pabrik. 

Vice President Director TAM Henry Tanoto mengatakan pabrik Toyota sejauh ini masih melakukan penyesuaian di tengah pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, pabrikan tidak bisa serta-merta meningkatkan produksi seiring melambungnya animo masyarakat. 

“Sekarang ini salah satu yang menjadi pekerjaan rumah kami, bagaimana manufacturing catching up dengan demand yang tinggi. Kami maklumi, pabrik perlu waktu untuk menyesuaikan,” pungkasnya. 

Henry melanjutkan tarif PPnBM akan berlaku sesuai waktu penerimaan mobil oleh konsumen. Artinya, meski melakukan pemesanan pada fase pertama insentif, tetapi unit yang diterima konsumen pada Juni 2021, maka konsumen dikenakan tarif pada periode tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil PPnBM
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top