Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikut Bikin Mobil Listrik, Huawei Berambisi Ambil Pasar Tesla

Sejauh ini raksasa smartphone tersebut sepakat bekerjasama dengan BAIC Group, Chongqing Changan Automobile Co., dan Guangzhou Automobile Group Co dalam mengembangkan komponen mobil listrik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 April 2021  |  14:58 WIB
Logo Huawei Technologies Co. berada di atas gedung perkantoran di Dongguan, China, Kamis (23/5/2019). Bloomberg - Qilai Shen
Logo Huawei Technologies Co. berada di atas gedung perkantoran di Dongguan, China, Kamis (23/5/2019). Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA — Huawei dikabarkan akan menanamkan investasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14,6 triliun (kurs Rp14.632) dalam bisnis mobil listrik. Perusahaan Cina ini berambisi mengambilalih pasar yang telah dikuasai Tesla.

"Jika kami dapat memperoleh rata-rata 10.000 yuan dari setiap mobil yang dijual di Cina, itu sudah menjadi bisnis yang sangat besar bagi Huawei," ucap Xu seperti dikutip dari Hindustan Times hari ini, Rabu (14/4/2021).

Sejauh ini raksasa smartphone tersebut sepakat bekerjasama dengan BAIC Group, Chongqing Changan Automobile Co., dan Guangzhou Automobile Group Co dalam mengembangkan komponen mobil listrik.

Rotating Chairman Huawei, Eric XU, mengatakan pasar mobil listrik di Cina sangat potensial. Penjualan mobil listrik naik lebih dari 50 persen tahun ini. Bahkan, mobil listrik yang terjual bertambah 30 juta unit setiap tahunnya.

Xu mengungkapkan bahwa model mobil listrik otonom pertama yang dikembangkan tim Huawei akan diluncurkan di Shanghai Auto Show yang dibuka 19 April nanti.

Dia bahkan mengklaim teknologinya melampaui mobil listrik Tesla. “Mobil listrik berkendara sendiri tanpa campur tangan manusia sejauh 1.000 kilometer. Itu jauh lebih baik daripada Tesla," tutur Xu.

Sebelumnya Xiaomi juga mengumumkan aksi korporasi untuk terjun ke pasar mobil listrik. Bermodal 10 miliar yuan atau US$10 miliar (Rp145 triliun), perusahaan smartphone yang juga asal China ini akan mengembangkan mobil tanpa emisi karbon hingga satu dekade ke depan. 

Dilansir Bloomberg, Rabu (31/3/2021), menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, Xiaomi dapat menginvestasikan total 100 miliar yuan dalam proyek hanya dalam tiga tahun bergantung pada kemajuan yang dicapainya, dengan mempertimbangkan pembiayaan eksternal.

Adapun wangi industri mobil listrik China memang telah menarik banyak minat. Perusahaan baru lokal Nio Inc. dan Xpeng Inc. pun ikut berjuang untuk mendapatkan sepotong kue pasar mobil listrik terbesar di dunia.

Raksasa pencarian Baidu Inc. dan Geely Automobile Holdings Ltd. juga dikatakan bekerja sama untuk memproduksi mobil listrik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik huawei Tesla Motors xiaomi

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top