Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merek Lain Minggir, Penjualan Toyota per Maret Naik 110 Persen

Toyota saat ini mendominasi pasar roda empat di Indonesia dengan pangsa pasar wholesales sebesar 30,7 persen dan 30,4 persen untuk pangsa ritel.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 12 April 2021  |  18:42 WIB
Dealer Toyota.  - Auto2000
Dealer Toyota. - Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja penjualan PT Toyota Astra Motor meningkat signifikan sepanjang Maret 2021 atau ketika pemerintah mulai menggulirkan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil tertentu.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diterima Bisnis, Senin (12/4/2021) menunjukkan penjualan Toyota sepanjang Maret 2021 mencapai 26.445 unit. 

Volume tersebut naik 110 persen atau memiliki selisih 13.908 unit, jika disandingkan dengan penjualan ritel pada Februari yang membukukan 12.537 unit penjualan.

Sementara itu, penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales Toyota juga mengalami peningkatan. Pada Maret lalu, perusahaan yang baru merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia ini membukukan wholesales sebanyak 26.258 unit.

Apabila dibandingkan dengan wholesales pada Februari yang meraih 15.144 unit, pencapaian jualan Toyota pada bulan Maret naik hingga 73,38 persen.

Dengan demikian, Toyota saat ini mendominasi pasar roda empat di Indonesia dengan pangsa pasar wholesales sebesar 30,7 persen dan 30,4 persen untuk pangsa ritel.

Gaikindo mencatat capaian Toyota menjadi yang tertinggi jika dibandingkan merek lain. Daihatsu, semisal, mencatatkan penjualan ritel 12.368 unit. Jumlah ini memiliki selisih sebesar 3.954 unit dibandingkan penjualan Februari yang tercatat 8.414 unit.

Demikian juga dengan merek lain, seperti Honda, Mitsubishi, Motors, dan Suzuki. Ketiga merek ini tercatat meningkatkan penjualan di kisaran 3.000 hingga 4.000 unit dibandingkan penjualan Februari.

Pemerintah secara resmi menghapus PPnBM pada 1 Maret 2021. Aturan yang berdampak pada penurunan harga mobil ini akan berlaku hingga Mei 2021. Selanjutnya, insentif tersebut akan direlaksasi secara bertahap.

Pada Juni – Agustus pemerintah akan menanggung 50 persen PPnBM dan September – November 25 persen. Insentif ini berlaku untuk kendaraan penumpang 4x2, 1.500 cc ke bawah, dan diproduksi di Indonesia dengan kandungan lokal 70 persen.

Untuk kendaraan 1.500 cc, Toyota memasukkan Avanza, Rush, Sienta, Yaris, dan Vios ke dalam daftar penerima insentif PPnBM. Total ada 21 model yang mendapatkan relaksasi pajak, di antaranya Honda Brio, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, dan Suzuki XL

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota penjualan mobil
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top