Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Bebas PPnBM, Beli Mobil Baru Bulan Depan Enggak Pakai DP?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi mengatakan bahwa relaksasi PPnBm perlu didukung dengan revisi aturan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk kredit kendaraan bermotor.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  13:42 WIB
Ilustrasi penjual menawarkan mobil kepada calon konsumen.  - Istimewa
Ilustrasi penjual menawarkan mobil kepada calon konsumen. - Istimewa

Bisnis,com, JAKARTA -- Demi menyelamatkan industri otomotif di tengah pandemi Covid-19, pemerintah akan menanggung penuh Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil tertentu pada Maret-Mei 2021. 

Selanjutnya pemerintah akan memberikan diskon PPnBM secara bertahap.Pada Juni-Agustus konsumen otomotif akan mendapatkan potongan PPnBM sebesar 50 persen dan September-November 25 persen.

Ternyata manuver untuk menyelamatkan penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri tidak hanya itu. Pemerintah juga telah mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendukung kebijakan tersebut dengan revisi aturan soal uang muka (down payment/DP).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi mengatakan bahwa relaksasi PPnBm perlu didukung dengan revisi aturan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk kredit kendaraan bermotor.

"Pemberian insentif penurunan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan OJK untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka atau DP 0 persen," mengutip keterangan resmi yang disiarkan Kamis (11/2/2021).

Saat ini, aturan soal uang muka tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018. Pasal 20 mengizinkan perusahaan multifinance dengan kondisi sehat atau rasio pembiayaan bermasalah (NPF) bersih 1 persen dapat menerapkan DP nol persen. Namun untuk perusahaan pembiayaan dengan NPF 1 persen hingga 3 persen harus menerapkan DP minimal 10 persen dari harga kendaraan bermotor. 

Batas DP tersebut kemudian naik bertahap sesuai dengan tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan berdasarkan rasio NPF. Penerapan DP paling besar atau 20 persen diberlakukan untuk multifinance yang memiliki NPF bersih di atas 5 persen. 

Sementara itu, Arilangga mengatakan insentif pajak diberikan dalam rangka upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada masa pandemi Covid-19 di bidang industri manufaktur. Berdasarkan hitungannya kontribusi sektor otomotif ke produk domestik bruto (PDB) sebesar 19,88 persen.

Pembebasan dan relaksasi PPnBM untuk kendaraan bermotor akan berlaku untuk mobil penumpang 4x2, termasuk sedan berkubikasi mesin kurang dari 1.500cc. 

Dengan skenario ini, Kementerian Perindustrian memperhitungkan akan adanya peningkatan produksi kendaraan bermotor mencapai 81.752 unit, yang diperkirakan akan menyumbangkan pemasukan negara sebanyak Rp1,4 triliun.

Sejumlah mobil yang akan mendapatkan insentif PPnBM ini adalah Toyota Avanza, Mitshubishi Xpanderm Suzuki Ertiga, Daihatsu Xenia, dan juga Honda Mobilio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak otomotif mobil PPnBM Harga Mobil
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top