Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tesla Janji Investasi di Indonesia, Begini Awal Ceritanya

Berikut rangkuman berita mengenai rencana investasi Tesla di Indonesia sejak akhir tahun lalu.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  16:19 WIB
Mobil listrik Tesla Model X di jalanan kota Hong Kong, Jumat (25/1/2019).  - ANTARA News/Alviansyah P.
Mobil listrik Tesla Model X di jalanan kota Hong Kong, Jumat (25/1/2019). - ANTARA News/Alviansyah P.

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla Inc. akan menandatangani kontrak investasi di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melaui Youtube BKPM, Selasa (26/1/2021).

Kendati demikian, Bahlil tidak menyebut secara detail mengenai investasi tersebut. Dia belum menjelaskan mengenai waktu realisasi dan juga besaran modal yang akan diterima Indonesia dari perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk tersebut. 

“Sebentar lagi yang akan kami teken [investasi] ini adalah BASF sama Tesla," kata Bahlil. 

Bahlil meyakini bahwa BASF dan Tesla akan mengikuti jejak dua kompetitornya, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan yang terlebih dahulu meneken kontrak investasi di Indonesia.

Dia mengatakan bahwa CATL telah menandatangani komitmen investasi senilai US$5,2 miliar, sementara LG sebanyak US$9,8 miliar.

“Kalau keempat ini sudah jalan, dunia akan mulai merasakan kehadiran Indonesia dalam kontribusinya terhadap energi baru terbarukan, khususnya untuk mobil listrik,” tuturnya.

Adapun Indonesia bukan nama asing bagi Tesla Inc. Berdasarkan laporan daftar smelter dan refiner (Smelter and Refiner List) sedikitnya ada tujuh perusahaan asal negara ini yang masuk dalam rantai produksi Tesla, dua di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Timah Tbk. (TINS).

Sementara itu, kabar investasi Tesla di Indonesia santer terdengar sejak akhir tahun lalu. Berikut rangkuman berita mengenai rencana investasi Tesla di Indonesia sejak akhir tahun lalu:

1. Elon Musk ngobrol dengan Presiden Jokowi
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan melakukan pembicaraan melalui telepon bersama CEO Tesla Elon Musk pada Jumat (11/12/2020).
Pembicaraan ini membahas mengenai peluang investasi perusahaan mobil listrik Tesla di Indonesia.
Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden Jokowi juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X.

2. Janji ke Indonesia Januari 2021
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa produsen mobil listrik asal Amerika Serikat yaitu Tesla akan berkunjung ke Indonesia pada Januari 2021. “Tesla juga telah menyatakan minat yang kuat dan mereka akan lakukan kunjungan di Januari 2021," katanya dalam acara Public Launching KBLBB, Kamis (17/12/2020).

3. Menperin siap “jualan” Indonesia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan kunjungan tersebut guna menguatkan kemauan Tesla untuk berinvestasi di dalam negeri.
“Tesla akan mengirim timnya awal Januari 2021 ke Indonesia. Kami akan berupaya sedemikian rupa agar Tesla bisa melakukan investasinya di Indonesia,” ujarnya dalam Konferensi Pers Akhir 2020, Senin (28/12/2020).

4. Indonesia punya kompetitor dalam menjaring investasi Tesla
Kendati memiliki cadangan Nikel yang besar, peluang Indonesia untuk mendapatkan kucuran investasi Tesla bukan perkara mudah. Ada Thailand dan India yang jauh-jauh hari telah bermanuver mendekati perusahaan kendaraan listrik terbesar di dunia itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bkpm Tesla Motors elon musk
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top