Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Audi Bantah Tercekik Utang, Pabrik di Meksiko Tetap Beroperasi

Produsen mobil asal Jerman, Audi, tetap membuka dan melanjutkan produksi kendaraan di pabrik Meksiko, meskipun muncul kabar bahwa ada tagihan yang belum dibayar perusahaan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  12:30 WIB
Audi A6 Baru.  - Audi
Audi A6 Baru. - Audi

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen mobil asal Jerman, Audi, tetap membuka dan melanjutkan produksi kendaraan di pabrik Meksiko, meskipun muncul kabar bahwa ada tagihan yang belum dibayar perusahaan.

Pabrik tersebut terletak di pusat negara bagian Puebla. Dilansir Reuters, Minggu, media lokal telah melaporkan pejabat dari kota setempat menutup fasilitas tersebut pada hari Jumat (9/10/2020).

Kabar penutupan pabrik mencuat diduga terjadi setelah beberapa jam pembicaraan yang gagal untuk menyelesaikan perselisihan atas dugaan 90 juta peso (4,3 juta dolar AS) utang yang belum dibayar, termasuk pajak properti lokal dan tagihan air.

"Tidak pernah ada penutupan (pabrik)," kata Christine Kuhlmeyer, seorang pejabat komunikasi Audi Mexico.

“Kami mematuhi kewajiban kami tepat waktu,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang angka yang beredar di media lokal tentang tuduhan utang yang belum dibayar, Kuhlmeyer mengatakan dia tidak dapat berkomentar mengenai jumlah tertentu, tetapi perwakilan pabrik akan berbicara dengan otoritas negara pada hari Senin (12/10).

“Ada upaya seperti yang diberitakan di berita, tapi tidak berhasil untuk kemudian menutup pabrik,” katanya. "Shift kerja Jumat malam dan Sabtu pagi tidak terganggu," tambahnya.

Audi adalah unit mobil mewah dari produsen mobil terbesar di Eropa, Volkswagen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Audi AG

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top