Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos Baru Fuso Optimistis Lanjutkan Penguasaan Pasar Truk di Indonesia

Presiden Direktur baru PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Naoya Takai optimistis dapat terus memperkuat posisi Fuso sebagai pemimpin pasar truk di Indonesia. Bisnis truk, katanya, tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 23 September 2020  |  17:03 WIB
Presiden Direktur baru PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Naoya Takai.  - ktbfuso.co.id
Presiden Direktur baru PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Naoya Takai. - ktbfuso.co.id

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Direktur baru PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Naoya Takai optimistis dapat terus memperkuat posisi Fuso sebagai pemimpin pasar truk di Indonesia. Bisnis truk, katanya, tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Bisnis truk bisa tumbuh seiring dengan perkembangan negara. KTB telah berkembang berkat Indonesia, masyarakatnya, dan industrinya. Kami ingin terus bersama Indonesia dan ingin menjadi penggerak untuk Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (23/9/2020).

Seperti diketahui, Naoya Takai telah ditunjuk menjadi Presiden Direktur KTB sejak 1 April 2020 dan sejak 1 September 2020 telah berada di Indonesia. Selama kurang lebih 5 bulan sejak pandemi Covid-19 melanda Jakarta, Takai memimpin KTB dari Jepang.

Setelah mendapatkan izin dari Pemerintah Indonesia untuk datang, Takai kini bertugas di Jakarta. Menurutnya, terdapat dua hal penting yang menjadi gaya kepemimpinannya yaitu komunikasi dan motivasi.

"Untuk pertumbuhan perusahaan dan masyarakat Indonesia, saya ingin terus mencari cara terbaik bagi pelanggan dengan terus membina komunikasi yang erat dengan dealer, didukung oleh karyawan yang enerjik dan penuh motivasi,” katanya.

Seperti diketahui, KTB melakukan banyak penyesuaian untuk menjalankan bisnisnya. Semua aktivitas sebagian besar dilakukan secara virtual seperti *virtual customer gathering, virtual customer training, dan virtual launching* Mitsubishi Fuso Official Store di Tokopedia.

Selain itu, KTB mendapatkan penghargaan dari Markplus.Inc sebagai *“Marketing Continuity Brand”* atas program pemasaran yang inovatif dan terobosan di industri kendaraan niaga dengan menyediakan transaksi online bagi pelanggan.

KTB juga berhasil mempertahankan dominasi pasar secara absolut, dengan peningkatan pangsa pasar dari 43,1 persen pada 2019 menjadi 48,7 persen pada 2020. Namun, penurunan pasar tak terhindarkan, penjualan Mitsubishi Fuso turun dari 25.563 unit pada 2019 menjadi 15.131 unit pada 2020.

Meski Covid-19 masih menjadi perhatian serius semua pihak, Naoya Takai siap untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan KTB dan memastikan untuk meningkatkan layanan KTB bagi pelanggan, dan siap menyambut peluang-peluang yang baik di masa mendatang.

Naoya Takai sangat bersemangat untuk bertugas di Indonesia, negara terbesar ke-4 di dunia dan ia melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa di beberapa industri.

“KTB telah berkembang berkat Indonesia, masyarakatnya, dan industrinya. Kami ingin terus bersama Indonesia dan ingin menjadi "penggerak" untuk Indonesia,” jelasnya.

Naoya Takai memulai karirnya di Mitsubishi Corporation pada 1990 setelah lulus dari Universitas Osaka City. Selama 30 tahun berkarir, Naoya Takai memiliki banyak pengalaman bertugas di dunia international seperti Mitsubishi Perancis, Mitsubishi Corporation Inggris, Mitsubishi Motors North America sebagai Vice President Strategic Planning & Sales.

Sebelum memulai tugasnya di KTB, Naoya Takai menjabat sebagai President & CEO MMC Rus (distributor Mitsubishi Motors di Russia) dan sebagai General Manager of Retail & Mobility Service di kantor pusat Mitsubishi Corporation di Tokyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mitsubishi Fuso Pasar Truk Ringan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top