Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Susul Florida, New York Bangun Infrastruktur Mobil Listrik US$750 Juta

Tak mau ketinggalan dengan langkah Florida, New York mengumumkan rencana invetasi besar-besaran untuk membangun stasiun pengisian daya dan infrastruktur kendaraan listrik lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  10:30 WIB
Volvo Cars akan meluncurkan layanan Plugsurfing dengan XC40 Recharge P8 sepenuhnya listrik saat pengiriman dimulai akhir tahun ini.  - VOLVO CARS
Volvo Cars akan meluncurkan layanan Plugsurfing dengan XC40 Recharge P8 sepenuhnya listrik saat pengiriman dimulai akhir tahun ini. - VOLVO CARS

Bisnis.com, JAKARTA - Tak mau ketinggalan dengan langkah Florida, New York mengumumkan rencana invetasi besar-besaran untuk membangun stasiun pengisian daya dan infrastruktur kendaraan listrik lain.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan program investasi akan mengalokasikan 750 juta dolar AS untuk membangun stasiun pengisian daya dan infrastruktur kendaraan listrik lain sebagai bagian dari tujuan jangka panjang negara untuk mengurangi emisi.

Dilansir Reuters, langkah ini diatur untuk membuat lebih dari 50.000 stasiun pengisian daya, dan sebagian besar akan didanai oleh perusahaan utilitas milik investor negara, dengan total anggaran hingga 701 juta dolar AS sampai 2025.

Tambahan sebesar 48,8 juta dolar AS dialokasikan dari penyelesaian dengan produsen mobil Jerman Volkswagen AG pada 2017 atas skandal kecurangan emisi dieselnya untuk mendanai sekolah listrik dan bus transit, serta stasiun pengisian.

Pengumuman New York datang menyusul tindakan serupa oleh Florida, yang pada 10 Juli mengumumkan investasi senilai 8,6 juta dolar AS untuk memperluas stasiun pengisian daya.

Sementara penjualan kendaraan listrik secara bertahap meningkat selama beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik masih membuat kurang dari 2 persen dari semua penjualan kendaraan AS pada 2019, menurut Departemen Energi AS.

Adopsi yang lebih luas telah terhambat sebagian karena kurangnya jaringan pengisian yang dapat diandalkan, dengan sebagian besar dari mereka terkonsentrasi di daerah perkotaan yang padat penduduk dan di sepanjang East Coast dan West Coast.

Sementara itu, banyak pembuat mobil termasuk Tesla Inc, telah secara signifikan meningkatkan jangkauan kendaraan dengan sekali pengisian daya saja. Namun, masih banyak konsumen yang enggan beralih karena masalah harga dan kurangnya infrastruktur pengisian daya, menurut berbagai survei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik new york industri transportasi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top