Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Mobil di Eropa Merangkak Naik, Meski Masih Terpukul

Pendaftaran mobil penumpang baru turun 24 persen secara tahunan pada Juni 2020. Angka itu merupakan peningkatan dibandingkan dengan penurunan 57 persen year-on-year (yoy) pada Mei lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  16:42 WIB
Volkswagen Tiguan terparkir rapi di pabrik perakitan di Puebla, Meksiko./Antara - Reuters
Volkswagen Tiguan terparkir rapi di pabrik perakitan di Puebla, Meksiko./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan industri mobil Eropa masih berada di jalur lambat seiring dengan penurunan penjualan dalam dua bulan berturut-turut.

Asosiasi Produsen Mobil Eropa mengatakan pendaftaran mobil penumpang baru turun 24 persen secara tahunan pada Juni 2020. Angka itu merupakan peningkatan dibandingkan dengan penurunan 57 persen year-on-year (yoy) pada Mei dan 78 persen pada April lalu.

Produsen dan dealer berharap subsidi negara akan membantu memacu pemulihan yang lebih kuat. Dengan penjualan masih jauh di bawah level tahun lalu, harapan untuk pemulihan dengan kurva V memudar.

Volkswagen AG Jerman berusaha untuk meredam optimisme dengan mengatakan kepada para pekerja bahwa perusahaan membekukan perekrutan baru meskipun ada peningkatan pesanan.

"Pemulihan lambat tetapi tidak selambat yang kami duga. Sepertinya Juli bisa menjadi bulan pertama yang hampir normal," kata analis Bankhaus Metzler Juergen Pieper, dilansir Bloomberg, Kamis (16/7/2020).

Produsen mobil di seluruh Eropa telah memangkas biaya dan pekerjaan untuk mempertahankan margin keuntungan. Kepala SDM Daimler AG mengatakan perusahaan perlu memotong lebih dari 15.000 pos yang semula direncanakan.

Sementara itu, pemerintah berusaha menarik pelanggan kembali ke showroom dengan menawarkan insentif untuk mobil ramah lingkungan.

Upaya pemberian insentif telah membuahkah hasil. Di Prancis misalnya, penjualan naik 1,2 persen, peningkatan pertama sejak pandemi dimulai, setelah negara memberikan insentif pada awal Juni. Sebagian besar negara lain di kawasan ini, termasuk Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris, masih mengalami penurunan dua digit.

Secara global, penjualan mobil pulih karena ekonomi bergulir kembali setelah pembatasan pergerakan dilonggarkan. Asosiasi Produsen Otomotif China mengatakan pekan lalu bahwa prospek tahun ini membaik. Asosiasi itu memprediksi penurunan 10 persen hingga 20 persen untuk tahun ini. Di Eropa, menurut perkiraan Bloomberg Interlligence, penjualan mobil diperkirakan turun 20 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa industri otomotif

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top