Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tesla Makin Disukai Pembeli di Korea Selatan, Penjualan Melonjak

Sejak memasuki pasar Korsel pada Maret 2017, Tesla telah membangun sekitar 450 stasiun pengisian lambat dan 32 supercharger di seluruh negeri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  11:43 WIB
Tesla Model 3 tengah diproduksi di pabrik Shanghai, China, 7 Januari 2020. /Reuters
Tesla Model 3 tengah diproduksi di pabrik Shanghai, China, 7 Januari 2020. /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla Motors Inc mengklaim telah membukukan pertumbuhan penjualan yang menggembirakan di pasar otomotif Korea Selatan karena meningkatnya selera untuk kendaraan listrik dan adanya subsidi dari pemerintah.

Menurut data dari pembuat mobil ini, Tesla telah menjual 7.079 unit kendaraan di pasar mobil penumpang impor Korea Selatan dari Januari hingga Juni, peningkatan besar dari 422 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pada Juni lalu, Tesla telah mengirimkan 2.827 unit setiap bulan dan itu sebuah rekor bagi Tesla. Pengiriman itu naik tajam dari 121 unit setahun yang lalu, dibantu oleh permintaan yang lebih tinggi untuk Model 3.

"Di antara produsen mobil impor, Tesla berada di peringkat keempat dalam hal penjualan bulan lalu mengikuti Mercedes-Benz dengan 7.672 unit, 4.069 BMW dan 3.401 Audi," tulis Asosiasi Importir dan Distributor Mobil Korsel yang dikutip dari kantor berita Yonhap, Senin (6/7/2020).

Tesla menjual berbagai model unggulannya, seperti Model 3, Model S dan Model X di Korea Selatan.

Model 3, Model S, dan Model X tersedia dengan harga mulai dari 54 juta won (setara dengan Rp652 juta), masing-masing juga dihargai mulai dari 114 juta won dan 121 juta won (Rp1,46 miliar)

Pelanggan di Korsel Selatan dapat membeli model dengan harga lebih murah dengan adanya subsidi yang diberikan pemerintah pusat sebesar 8 juta won dan subsidi pemerintah provinsi bernilai hingga 10 juta won.

Sejak memasuki pasar Korsel pada Maret 2017, Tesla telah membangun sekitar 450 stasiun pengisian lambat dan 32 supercharger di seluruh negeri. Untuk mengisi penuh kendaraan Tesla dengan pengisi daya yang lambat dibutuhkan waktu 10 jam, tetapi dibutuhkan sekitar 1 jam dengan supercharger.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel Tesla Motors

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top