Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Fakta Warna Biru pada Mobil Hybrid Toyota

Sebatas pemilihan warna hanya soal selera. Ternyata, pemilihan warna kendaraan oleh pabrikan memiliki tujuan tersendiri
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  21:57 WIB
Toyota Mirai, mobil berbahan bakar cell tengah menunggu pemeriksaan akhir di pabrik Toyota Motor Corp. di Aichi Prefecture, Jepang, 11 April 2019. REUTERS - Joe White
Toyota Mirai, mobil berbahan bakar cell tengah menunggu pemeriksaan akhir di pabrik Toyota Motor Corp. di Aichi Prefecture, Jepang, 11 April 2019. REUTERS - Joe White

Bisnis.com, JAKARTA – Konsumen mungkin mengira penetapan warna pada kendaraan yang diproduksi hanya sebatas strategi memenangkan pasar. Namun, ternyata ada alasan lain di balik warna biru yang dipilih Toyota pada lini mobil hybrid. 

Ternyata warna biru kerap dijadikan simbol produk ramah lingkungan oleh produsen kendaraan untuk menggambarkan pencapaian yang telah diraih dalam mengurangi pencemaran udara. Hal itu pula yang dilakukan Toyota, pabrikan kendaraan asal Jepang.

Toyota untuk pertama kalinya menggunakan warna biru sebagai simbol kendaraan elektrifikasi dengan mengaplikasikan di logo Toyota Prius Gen-3 yang lahir pada 2009.

Hybrid Synergy Blue, merupakan istilah yang diaplikasikan Toyota sebagai aksen logo, sudut lampu depan, hingga tuas transmisi Prius. Istilah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan Toyota dalam menggarap kendaraan elektrifikasi.

Dikutip dari situs resmi Toyota, Selasa (30/6/2020), Toyota Global memiliki 45 model kendaraan dengan sistem hibrida. Saat ini, Toyota tercatat telah menjual 15 juta unit mobil hibrida di seluruh dunia. Di Indonesia, satu per satu model Toyota mulai menempatkan varian kendaraan tipe ini sebagai flagship.

Shigeki Terashi, Chief Officer Toyota Motor Corporation (TMC), mengatakan bahwa model hybrid electric vehicle atau HEV merupakan bagian penting sebagai jembatan kendaraan berlistrik penuh di masa depan.

Dia memastikan bahwa Toyota akan terus menyediakan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi global, membentuk infrastruktur pasar, dan memenuhi permintaan pelanggan.

"Tentu saja, kami harus bekerja keras untuk meningkatkan kinerja baterai dan menurunkan biaya dari mobil listrik penuh (BEV)," tuturnya.

Keputusan Toyota untuk mengembangkan kendaraan listrik hibrida dimulai sejak 25 tahun lalu. Saat itu, CEO Toyota, Takeshi Uchiyamada memimpin tim untuk mengembangkan mobil abad 21. Hal itu bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan.

Alhasil, meluncurlah Toyota Prius generasi pertama pada 1997. Perilisannya tak berselang lama dari penandatanganan Protokol Kyoto, yang menjadi tonggak bersejarah bagi gerakan lingkungan saat itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota mobil hybrid mobil hibrida
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top