Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

VW Gelontorkan 2,1 Miliar Euro ke Industri Mobil Listrik China

Volkswagen berencana menggelontorkan dana investasi sebesar 2,1 miliar euro (Rp34,25 triliun) ke dua produsen kendaraan listrik di China.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  21:45 WIB
Logo VW dan bendera China - Europe Autonews
Logo VW dan bendera China - Europe Autonews

Bisnis.com, JAKARTA – Volkswagen berencana menggelontorkan dana investasi sebesar 2,1 miliar euro (Rp34,25 triliun) ke dua produsen kendaraan listrik di China untuk meningkatkan strategi elektrifikasi di negara dengan penduduk terbanyak itu.

Volkswagen akan menginvestasikan 1 miliar euro untuk mengakuisisi 50 persen saham perusahaan induk milik negara Anhui Jianghuai Automobile Group (JAC Motors), sekaligus mengambil kendali manajemen penuh dengan peningkatan kepemilikan saham menjadi 75 persen.

Dalam transaksi terpisah, Volkswagen akan membayar 1,1 miliar euro untuk mengakuisisi 26 persen saham di produsen baterai Gotion High-Tech Co Ltd, menjadikan Volkswagen sebagai pemegang saham terbesar perusahaan.

Herbert Diess, CEO Volkswagen AG, mengatakan perusahaan yang bermarkas di Wolfsburg, Jerman, itu terus memperkuat strategi elektrifikasi di China dengan menggandeng mitra yang kuat dan andal. Menurutnya, segmen mobil listrik berkembang pesat dan menawarkan banyak potensi untuk JAC Volkswagen.

“Kami secara aktif mendorong pengembangan sel baterai di China melalui investasi strategis kami di Gotion,” tutur Diess dikutip dari laman resmi VW pada Jumat (29/5/2020).

Stephan Wöllenstein, CEO Volkswagen Group China, mengatakan  investasi tersebut menunjukkan karakter Volkswagen di China sebagai perusahaan lokal yang lebih berkelanjutan.

Oleh karena itu, lanjutnya, perusahaan berencana memproduksi sekitar 1,5 juta new energy vehicle (NEV) pada 2025 untuk para pelanggan di China.

Perusahaan patungan JAC Volkswagen didirikan pada 2017. Usaha patungan ini berfokus pada kendaraan listrik. Perusahaan ini berencana memperluas portofolio dengan memproduski lima model kendaraan berbasis baterai pada 2025.

Perusahaan juga berencana membangun pabrik model elektrik dalam skala penuh serta menyelesaikan pusat riset dan pengembangan di Hefei, China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china volkswagen
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top