Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GM & Datsun Berhenti Jualan di Indonesia, Ini Kata Kemenperin

Nissan telah menyampaikan untuk mengubah strategi bisnis mengarah pada electric vehicle (EV).
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 27 November 2019  |  16:56 WIB
Model berpose di dekat mobil Datsun Go. - JIBI/Nurul Hidayat
Model berpose di dekat mobil Datsun Go. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menyatakan berhentinya penjualan General Motors dan produksi Datsun di Indonesia merupakan bagian dari strategi bisnis yang normal. Penjualan yang tidak mencapai skala ekonomis menjadi alasan berhentinya penjualan kedua merek tersebut.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan pasar otomotif nasional masih menarik bagi banyak merek karena memiliki potensi sangat besar. Tahun ini, pasar domestik sedikit melambat sehingga berdampak pada produksi dan penjualan Datsun misalnya.

"Itu hal yang wajar karena persaingan produk sangat ketat. Sebenarnya pemerintah mendorong ekspor karena ekspor kita tahun ini naik 28%," ujarnya baru-baru ini.

Putu menjelaskan berhentinya penjualan General Motors (GM) yang membawahi merek Chevrolet dan Nissan untuk Datsun sedikit berbeda. GM telah datang kepada Kemenperin dan melaporkan untuk menghentikan penjualan tetapi tetap komitmen untuk melayanani purnajual.

Adapun Nissan, katanya, sejauh ini belum melapor karena kesibukan Menteri Perindustrian yang sedang mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi beberapa negara. Namun, melalui telepon, Nissan telah menyampaikan untuk mengubah strategi bisnis mengarah pada electric vehicle (EV).

"Nissan kan masih di sini. Sedang mencari waktu untuk melaporkan terkait dengan tadi, mengubah strategi. Pabriknya akan dipakai untuk komponen untuk mesin New Livina," ujarnya.

Pada akhir tahun ini terdapat dua merek yang akan menghentikan penjualannya pada tahun depan. Chevrolet secara resmi telah mengumumkan akan mengakhir penjualan pada Maret 2020, sedangkan Datsun akan berhenti produksi pada Januari 2020.

GM sebelumnya menyatakan perusahaan tidak memiliki fasilitas produksi di Indonesia sehingga sulit bersaing dalam jangka panjang dari sisi volume penjualan. GM menjamin tetap akan melayani purnajual kendaraan yang dipasarkan di dalam negeri.

Setali tiga uang, penjualan dan produksi kendaraan Datsun juga tertekan pada tahun ini. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan Datsun pada Januari-Oktober 2019 sebanyak 5.921 unit, turun 39% dibandingkan periode yang sama 2018.

Pada sisi produksi, Gaikindo mencatat Datsun memproduksi kendaraan sebanyak 3.982 unit pada periode Januari-Oktober 2019, anjlok hingga 64,3% ketimbang periode yang sama 2018. Datsun pada awalnya merupakan salah satu pemain segmen low cost green car (LCGC) yang kemudian merambah ke city car.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top