Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Investasi Hyundai Capai Rp21,8 Triliun

Total investasi tersebut akan digunakan untuk memproduksi kendaraan berteknologi listrik selain rencana membangun R&D center (pusat penelitian dan pengembangan) pada tahap kedua investasinya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 27 November 2019  |  11:36 WIB
Logo Hyundai Motors terpampang dalam kemudi all-new Sonata yang dipamerkan di kantor pusat Hyundai di Seoul, Korea Selatan, Jumat (22/3/2019). - Reuters/Kim Hong Ji
Logo Hyundai Motors terpampang dalam kemudi all-new Sonata yang dipamerkan di kantor pusat Hyundai di Seoul, Korea Selatan, Jumat (22/3/2019). - Reuters/Kim Hong Ji

Bisnis.com, JAKARTA - Hyundai Motor Company (HMC) mengumumkan rencana investasinya sebesar US$1,55 miliar (Rp21,8 triliun) di Indonesia.

Total investasi tersebut akan digunakan untuk memproduksi kendaraan berteknologi listrik selain rencana membangun R&D center (pusat penelitian dan pengembangan) pada tahap kedua investasinya.

"Nominal ini 50% lebih besar dari prediksi awal yaitu sebesar US$1 miliar," tulis keterangan resmi Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Rabu (27/11/2019).

Adapun pengumuman rencana investasi itu diungkapkan saat kegiatan kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Pabrik Hyundai Motor Company (HMC) di Ulsan, Korea Selatan pada 26 November 2019.

Komitmen investasi itu juga ditegaskan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah dengan Hyundai Motor Company yang ditandatangani oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Presiden & CEO Hyundai Motor Company Won Hee Lee.

Realisasi investasi Hyundai Motor Company di Indonesia direncanakan dilakukan melalui 2 (dua) tahap yaitu tahun 2019–2021 dan tahun 2022–2030.

Pada fase pertama Hyundai akan berfokus pada investasi pabrik pembuatan mobil Hyundai yang akan berlokasi di Jawa Barat dan akan mengekspor setidaknya 50% dari total produksi.

Fase kedua akan berfokus pada pengembangan pabrik pembuatan mobil listrik, pabrik transmisi, pusat penelitian dan pengembangan, pusat pelatihan, dan produksi Hyundai akan diekspor sebanyak 70%. Hyundai juga akan mulai berproduksi pada 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik ke depannya.

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, menyampaikan nantinya investasi yang dilakukan Hyundai di Indonesia bisa memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian Indonesia, seperti penyerapan 5.000 tenaga kerja dan pengembangan pusat pelatihan, penelitian dan pengembangan mobil listrik.

Dia juga akan meminta kepada pihak Hyundai agar dalam berproduksi menggunakan bahan baku dari Indonesia dan bekerjasama dengan pengusaha lokal, seperti menggunakan bahan baterai dari Morowali, serta ban dan karet dari dalam negeri,.

"Sehingga nantinya semua mobil listrik yang di produksi di Indonesia menggunakan bahan dari dalam negeri," jelasnya.

Indonesia disebut memiliki bahan baku bijih nikel yang digunakan untuk baterai Lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik, dan saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengembangkan industri baterai untuk mobil listrik, seperti di Morowali.

Rencana pengembangan Mobil Listrik Indonesia disambut baik oleh perusahaan seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kini sudah menyediakan sembilan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Grab yang telah menyatakan siap bekerja sama dalam penggunaan mobil listrik di Indonesia.

Beberapa pabrikan baterai kendaraan listrik asal negara-negara Asia Timur juga sedang didekati oleh Pemerintah Indonesia untuk membangun fasilitasi produksinya dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi global untuk baterai listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hyundai
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top