Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mobil Sport Ramah Lingkungan Kian Diminati, Sinyal Positif Pasar Kendaraan Listrik

Salah satu keunggulan mobil sport listrik dibadingkan dengan mobil sport bercetus api adalah tarif pajak yang lebih rendah.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 25 November 2019  |  12:28 WIB
Mobil listrik Tesla Model 3 - www.tesla.com
Mobil listrik Tesla Model 3 - www.tesla.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kendala pajak dan harga jual tinggi dinilai memicu pergeseran selera konsumen mobil sport di Tanah Air. Saat ini banyak konsumen yang mulai beralih ke mobil sport bertenaga listrik.

Presiden Direktur Prestige Motorcars Rudy Salim mengatakan fenomena itu terlihat dari posisi Tesla Model 3 yang menjadi salah satu mobil paling diminati para konsumen Prestige Motorcars. Menurutnya, tren ini menjadi sinyal positif bagi bertumbuhnya pasar kendaraan listrik di Indonesia.

“Mobil yang paling diminati sekarang adalah Tesla Model 3, kedepannya sangat prospek karena mobil listrik sangat didukung pemerintah terutama dengan adanya Prepres No. 55/2019 tentang Percepatan Kendaraan Berbasis Listrik,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya salah satu keunggulan mobil sport listrik dibadingkan mobil sport bercetus api adalah tarif pajaknya yang lebih rendah. Dia menjelaskan untuk mobil sport bermesin di atas 3.000 cc, beban pajak konsumen bisa mencapai 200%.

“Pajakanya tidak semahal supercar dengan combustion engine. Walaupun Tesla masih tergolong mobil listrik premium tapi harganya masih lebih masuk akal dibandingkan supercar lain. Konsumennya variatif, ada konsumen baru dan ada konsumen pemilik supercar yang menjadi pecinta mobil listrik juga.”

Meski tak menjanjikan volume penjualan besar, mobil sport tetap memiliki pangsa pasar yang menarik untuk pabrikan. Sayangnya, sepanjang tahun ini penjualannya cukup tertekan, sejalan dengan kondisi pasar domestik.

Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan bahwa segmen mobil sport memiliki pangsa pasar tersendiri, sehingga penjualannya sangat terbatas. Namun, sepanjang tahun ini kondisi pasarnya dinilai belum terlalu positif.

“Pasar mobil sport adalah niche segment yang penjualannya terbatas namun memiliki peminat tersendiri. Seiring dengan market secara umum, segmen mobil sport turun sekitar 20% dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Tahun ini, Honda memperkenalkan dua produk mobil sport ke pasar Indonesia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, yakni Honda Civic Type R dan Honda NSX atau yang lebih dikenal dengan nama Acura NSX di pasar Amerika Utara.

Adapun Toyota memanfaatkan ajang GIIAS 2019 untuk memperkenalkan mobil sport legendaris GR Supra generasi kelima.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandi menuturkan sejak dirilis di GIIAS 2019, pihaknya telah menerima sekitar 16 permintaan untuk mobil seharga Rp1,99 miliar itu. Dalam 3 bulan ke depan, dia menjanjikan akan ada delapan unit lain yang didistribuskan.

Menurutnya, karakteristik konsumen GR Supra merupakan masyarakat dengan penghasilan tinggi dan hobi mengoleksi mobil sport. Dia menjelaskan hampir semua konsumen mobil seperti ini biasa dapat dipastikan telah memiliki mobil sport lain.

Anton menuturkan bahwa konsumen biasanya membeli mobil ini untuk menambah koleksi mereka atau mengganti unit mobil sport yang sudah mereka miliki sebelumnya. Karakteristik ini membuat penjualan GR Supra diprediksi stabil pada tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota Tesla Motors
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top