Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Downgrade, Ini Alasan Kenapa Dua Facelift Mazda Turun Harga

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Ricky Thio produk Mazda 2 dengan penyegaran terbaru lebih murah sekitar Rp20 juta dibandingkan versi sebelumnya. Penurunan harga dilakukan dengan membuang sejumlah fitur yang ada pada versi sebelumnya.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 24 November 2019  |  04:24 WIB
Mazda CX/5.  - mazda
Mazda CX/5. - mazda

Bisnis.com, JAKARTA – Mazda 2 dan CX-5 versi penyegaran terbaru dibanderol dengan harga yang lebih rendah dari versi sebelumnya dengan menghilangkan sejumlah fitur yang dianggap tidak perlu.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Ricky Thio produk Mazda 2 dengan penyegaran terbaru lebih murah sekitar Rp20 juta dibandingkan versi sebelumnya. Penurunan harga dilakukan dengan membuang sejumlah fitur yang ada pada versi sebelumnya.

“Sekarang Rp302,8 juta untuk varian Mazda 2 yang paling tinggi. Dulu kan yang paling tingginya sekitar Rp320 juta. Jadi ada penurunan sekitar Rp20 juta. Kami lihat setiap segmen itu ada kebutuhannya, jadi kami sesuaikan, tapi bukan downgrade,” jelasnya di Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Dia juga mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan daya beli konsumen di Indonesia. Menurutnya, penurunan penjualan pada tahun ini menunjukkan adanya penurunan daya beli konsumen di Tanah Air.

“Secara general kan memang turun 12 persen-an kan market, saya rasa semua turun, ada beberapa sih yang naik karena ada beberapa yang baru. Tapi secara umum market turun, daya beli turun, sampai akhir tahun mungkin bisa penjualan di bawah sejuta. Bisa jadi tahun ini cuma sekitar 950.000,” jelasnya.

Fedy Dwi Parileksono, Head of Department PR and Media Communication EMI menjelaskan beberapa fitur yang dihilangkan lebih banyak dari sisi komponen i-activsense. Salah satunya adalah fitur Smart City Brake Support yang dinilai tidak terlalu diperlukan untuk pasar Indonesia.

Menurutnya, strategi ini bukan semata menyesuaikan dengan daya beli konsumen di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menurunkan perbedaan harga varian tertinggi dan teratas Mazda 2. Sebelumnya, varian tertinggi Mazda 2 dinilai terlalu mahal oleh konsumen yang membandingkan dengan varian tertinggi dari model kompetitor di segmen yang sama.

“Pada dasarnya begini, kenapa Mazda 2 antara GT dan R dibedakan cukup jauh? Dulu kita GT itu kita bikin fully loaded, jadi harganya melambung. Orang akan bedakan dua model dengan tipe paling tinggi. Supaya persepsinya sama antara barang kompetitor dengan kami, maka kami turunkan supaya value for money-nya sama,” jelasnya.

Penurunan harga juga terjadi pada model CX-5 yang merupakan mobil utilitas sportif. Namun demikian, penurunan harganya tidak sebesar model Mazda 2, hanya berkisar Rp5 juta. Langkah ini juga didasari oleh strategi pemasaran yang sama.

Mazda 2 kini dipasarkan dengan harga Rp285,3 juta untuk tipe R dan Rp302,8 juta untuk tipe GT. Adapun, CX-5 tersedia dalam tersedia dalam tiga varian yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp508,8 juta hingga Rp588,8 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mazda
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top