Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karoseri Laksana Targetkan Produksi 1.200 Unit Bus

Sepanjang Januar—Oktober 2019, jumlah produksi bus Laksana sudah mencapai sekitar 1.000 unit.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 14 November 2019  |  20:31 WIB
Suasana area pengecatan dasar di pabrik karoseri Laksana, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019). - Bisnis/Ilman A. Sudarwan
Suasana area pengecatan dasar di pabrik karoseri Laksana, Kab. Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019). - Bisnis/Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, SEMARANG – Perusahaan karoseri bus CV Laksana menargetkan dapat mencapai produksi hingga 1.200 unit bus hingga akhir tahun ini dan akan terus menjajaki peluang ekspor ke sejumlah negara baru.

Perusahaan karoseri yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah itu mengklaim memiliki kapasitas produksi hingga 1.500 unit per tahun. Adapun, sepanjang Januar—Oktober 2019, jumlah produksi bus dari Laksana sudah mencapai sekitar 1.000 unit.

“Saat ini produksi kami cukup baik, sudah mencapai kisaran 1.000 unit. Kami optimistis dapat memproduksi lagi 200 unit hingga akhir tahun untuk mencapai target, jadi sebulan 100 unit,” kata Direktur Komersial Laksana Alvin Arman, Kamis (14/11/2019).

Dia menjelaskan sekitar 80% dari portofolio produksi pada tahun ini merupakan unit karoseri untuk bus kebutuhan bus antarkota antarprovinsi yang berukuran besar. Menurutnya, Laksana memang sengaja memfokuskan diri pada segmen ini.

Secara umum dia menilai di tengah penurunan pasar otomotif secara nasional, segmen bus masih mencatatkan pertumbuhan . Hal itu terlihat dari jumlah produksi karoseri Laksana yang pada tahun ini masih tercatat tumbuh dibandingkan tahun lalu.

“Memang tidak besar tumbuhnya, tapi relatif saya pikir bus masih cukup baik tahun ini. Masih ada pertumbuhan, kami cukup senang dengan capaian kami sejauh ini,” katanya.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjadi sentimen positif bagi pertumbuhan bisnis karoseri bus pada tahun ini. Pertama, selesainya infrastruktur jalan tol di Jawa. Kedua, membaiknya kinerja sektor transportasi darat karena masyarakat mencari moda transportasi alternatif setelah naiknya harga tiket pesawat.

Selain memaksimalkan pasar lokal, Laksana juga tengah berupaya menjajaki peluang pasar baru untuk ekspor. Alvin mengutarakan bahwa hingga saat ini Laksana telah mengekspor unit bus ke Fiji, Bangladesh, dan Timor Leste.

“Sampai akhir tahun ini kami juga masih persiapkan produksi sekitar 10 unit untuk kebutuhan ekspor ke Bangladesh. Di luar itu kami juga ingin membuka peluang-peluang pasar baru untuk ekspor, khususnya ke kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Karoseri Laksana
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top