Gaikindo : Agar Bersaing, Produk Otomotif Harus Sesuai Harga dan Selera Konsumen

General Motors mengumumkan akan menghentikan penjualan kendaraan di Indonesia pada Maret 2020.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 11 November 2019  |  11:19 WIB
Gaikindo : Agar Bersaing, Produk Otomotif Harus Sesuai Harga dan Selera Konsumen
ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Gaikindo menyatakan hengkangnya General Motors dari Indonesia merupakan strategi bisnis karena produk yang dihadirkan sulit bersaing dengan merek lain. Agar dapat bertahan di pasar Indonesia, merek otomotif harus menghadirkan produk yang sesuai dengan selera masyarakat Nusantara.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan General Motors melihat penjualan mereka di Indonesia tertekan sehingga mereka menghentikan operasional penjualan, sedangkan purnajual masih dilanjutkan.

"Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu mereka bisa menemukan produk yang cocok buat Indonesia dan juga harga yang kompetitif," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

General Motors mengumumkan akan menghentikan penjualan kendaraan di Indonesia pada Maret 2020. Layanan purnajual untuk kendaraan bermerek Chevrolet tetap dilanjutkan guna memastikan kenyamanan konsumen.

General Motors menyatakan langkah itu sejalan dengan rencana perusahaan untuk fokus pada bisnis yang memiliki profitabilitas berkelanjutan. Selain itu, General Motors tidak memiliki fasilitas produksi di dalam negerei sehingga sulit bersaing untuk mendulang volume penjualan.

Yohannes menuturkan Gaikindo tidak mengatur persaingan harga karena itu merupakan strategi masing-masing perusahaan. Menurutnya, untuk bisa bertahan di Indonesia, perusahaan otomotif dituntut untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan harga yang sesuai.

"Jadi, kalau mau jualan di Indonesia, ketahuilah selera Indonesia. Kalau mau ekspor ketahuilah selera negara tujuan ekspor. Setelah ketahui, sesuaikan harga, kalau harga enggak sesuai enggak laku," ujarnya.

Gaikindo mencatat pada Januari-September pertama 2019, penjualan wholesales merek Chevrolet di Indonesia sebanyak 970 unit, tertekan cukup dalam dibandingkan periode yang sama 2018 yang sebanyak 1.887 unit.

Sepanjang 2018, penjualan Chevrolet tercatat sebanyak 2.509 unit, turun 30,6% ketimbang 2017. Padahal tahun lalu merupakan periode ketika penjualan kendaraan domestik tumbuh 7% dibandingkan 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penjualan mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top