Tidak Digunakan dalam Pelantikan Presiden, BMW Mengaku Tak Kecewa

Dalam acara kenegaraan itu, mobil yang digunakan adalah merek rival abadi BMW, yakni Mercedes-Benz. PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia mengerahkan 11 unit model S-Class dan 6 unit model E-Class terbaru untuk kebutuhan pelantikan itu.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  20:43 WIB
Tidak Digunakan dalam Pelantikan Presiden, BMW Mengaku Tak Kecewa
Logo BMW di New York Auto Show 2018. - Reuters/Shannon Stapleton

Bisnis.com, JAKARTA – BMW Group Indonesia menyatakan tidak kecewa produknya tidak digunakan oleh Pemerintah Indonesia sebagai transportasi para pimpinan negara serta perwakilannya selama acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada akhir pekan lalu, Minggu (23/10/2019).

Dalam acara kenegaraan itu, mobil yang digunakan adalah merek rival abadi BMW, yakni Mercedes-Benz. PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia mengerahkan 11 unit model S-Class dan 6 unit model E-Class terbaru untuk kebutuhan pelantikan itu.

Jodie O’Tania, Director of Communication BMW Group Indonesia mengatakan hal itu tidak membuat pihaknya kecewa. Pasalnya, dia menyatakan bahwa merek BMW memang tidak secara khusus bermain sebagai kendaraan untuk acara kenegaraan atau pemerintah.

Menurutnya, BMW sebagai brand atau merek di kancah otomotif global memposisikan dirinya sebagai kendaraan yang digunakan oleh para influencer, artis, dan opinion leader. Selain itu, BMW juga lebih banyak menerapkan strategi branding melalui penampakannya pada film-film Hollywood.

“Kalau untuk brand, BMW itu sebenarnya lebih diasosiasikan bukan dengan pemerintahan, memang itu sesuai dengan positioning BMW secara global sebagai kendaraan yang dipakai oleh orang yang influencer, artis, film-film Hollywood, dengan hotel chain,” katanya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dia menjelaskan pengendara dari kalangan pemerintah lebih membutuhkan kenyamanan sebagai penumpang di belakang. Namun, pesohor dalam kategori yang disebutkannya lebih luas kepada orang-orang terkenal yang juga masih menginginkan kenyamanan di belakang kemudi.

Hal ini juga terlihat dari strategi lini produk milik BMW. Dia mencontohkan, untuk BMW Seri 7 yang baru mereka tidak menyiapkan varian khusus untuk high security vehicle atau mobil dengan kemanan ekstra untuk keperluan pemerintah.

“Untuk security vehicle juga yang kami punya adalah generasi sebelumnya untuk seri 7, untuk generasi baru kami tidak punya yang high security vehicle. Mereka pemerintahan biasa duduk di belakang, kalau yang opinion leader, influencer mereka masih menikmati di belakang kemudi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMW, BMW Group Indonesia

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top