Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAPORAN DARI TOKYO MOTOR SHOW : Suzuki Minta Keringanan Pajak Mobil Listrik

Director and Managing Officer Suzuki Motor Corporation Masahiko Nagao mengatakan, pasar mobil listrik sangat besar dan Suzuki sangat ingin mengembangkan dan menjualnya di Indonesia.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  16:37 WIB
Pengunjung GIIAS 2019 berfoto dengan Suzuki Jumny.  - BISNIS.COM/Doni
Pengunjung GIIAS 2019 berfoto dengan Suzuki Jumny. - BISNIS.COM/Doni

Bisnis.com, TOKYO — Pabrikan otomotif asal Jepang, Suzuki Motor Corporation, berharap Pemerintah Indonesia memberikan keringanan pajak untuk pengembangan dan penjualan mobil listrik.

Director and Managing Officer Suzuki Motor Corporation Masahiko Nagao mengatakan, pasar mobil listrik sangat besar dan Suzuki sangat ingin mengembangkan dan menjualnya di Indonesia. Namun, dia menilai masih ada banyak kendala yang memperngaruhi harga jual, terutama masalah pajak.

“Dan saya kira bukan hanya di Indonesia saja. Di negara-negara lain juga masih sangat tinggi. Bahkan di Jepang atau negara maju lainnya. Untuk itu, kami sangat ingin mengembangkan mobil listrik lalu menjualnya di Indonesia,” katanya saat menghadiri Tokyo Motor Show 2019, Rabu (23/10/2019).

Keringanan pajak tersebut, paparnya, dipastikan mampu mengompensasi tingginya bahan baku mobil listrik, antara lain baterai jenis Lithium-Ion. “Mineral langka sebagai bahan baku baterai Lithium-Ion sangat mahal. Nah, jika ada keringanan pajak, mungkin bisa menurunkan harga jual,” katanya.

Pernyataan Nagao tersebut menanggapi atas terbitnya Peraturan Presiden No.55/2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan dan telah diundangkan sejak 12 Agustus 2019.

Ke depan, tutur Nagao, Suzuki akan mengembangkan dan mulai memasarkan mobil listrik di India. “Pada 2020, kami mulai mencoba pasar India. Semoga ke depan, kami bisa menjualnya di Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui, Maruti Suzuki India Limited, unit bisnis Suzuki yang berbasis di New Delhi tengah menguji mobil listrik berbasis Wagon R. Saat ini pengembangan mobil listrik masih terfokus di Jepang, tempat Suzuki meriset kendaraan tanpa bahan bakar tersebut.

Dalam acara Tokyo Motor Show (TMS) 2019, Suzuki menampilkan teknologi unggulannya melalui berbagai lini kendaraan seperti Waku SPO dan Hanare—kendaraan compact Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Ei Mochizuki, General Manager Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales, menambahkan Hustler Concept, kendaraan crossover wagon yang berukuran mini serta GIXXER SF 250—sepeda motor dengan teknologi oil cooled engine yang baru saja dikembangkan juga ditampilkan.

“Selanjutnya, Suzuki juga akan menghadirkan Super Carry mini truck yang dirancang sebagai mobil toko keliling dengan ruang kabin yang luas dan ramah pelanggan,” kata Mochizuki.

Pada TMS 2019, jelasnya, Suzuki juga memamerkan total 19 unit lain seperti XBEE, Solio Bandit, Escudo (di luar Jepang disebut dengan Vitara), Jimny, Swift Sport, SX4 S-Cross, Spacia Gear, Spacia Custom, Alto, serta Wagon R.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik suzuki
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top