Alternatif Showroom, BMW Andalkan Teknologi VR untuk Presentasi Produk

BMW Group Indonesia memperkenalkan teknologi pameran digital BMW Virtual Product Presentation (VPP) versi 2.0. Teknologi terbaru ini mengusung tampilan 4K.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  16:09 WIB
Alternatif Showroom, BMW Andalkan Teknologi VR untuk Presentasi Produk
Head of Sales Channel Development & CRM BMW Group Indonesia Irhan Farhan. - Bisnis/Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA - BMW Group Indonesia memperkenalkan teknologi pameran digital BMW Virtual Product Presentation (VPP) versi 2.0. Teknologi terbaru ini mengusung tampilan 4K.

Teknologi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman premium kepada konsumen. Adapun VPP bertujuan memenuhi kebutuhan para pelanggan untuk merasakan pengalaman real time kendaraan BMW dan Mini, khususnya apabila model yang diminati tidak tersedia di showroom.

Teknologi presentasi ini akan diaplikasikan di dealer BMW Astra Serpong.

Head of Sales Channel Development & CRM BMW Group Indonesia Irhan Farhan menyatakan program ini dimulai pada 2014 untuk menyesuaikan dengan perubahan cara pengambilan keputusan konsumen saat membeli kendaraan seiring dengan perkembangan zaman.

Pengembangan platform digital, katanya, kini menjadi fokus utama BMW Group agar konsumen dapat merasakan nilai emosional dan ragam fitur inovatif produk yang ditawarkan.

"Setelah membawa teknologi BMW Virtual Product Presentation ke Indonesia pada 2018, kini BMW Indonesia dengan bangga memperkenalkan teknologi BMW Virtual Product Presentation 2.0 yang menggunakan virtual reality dengan tampilan 4K yang lebih interaktif dan menyenangkan," katanya di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, melalui teknologi ini konsumen akan mendapatkan tampilan visual langsung kendaraan BMW dengan detail dan pemilihan warna eksterior hingga upholstery interor. Teknologi realitas virtual atau virtual reality (VR) yang kini digunakan dalam VPP 2.0 membuat tampilan visual tersebut semakin nyata, bahkan bisa menampilkan pandangan kendaraan pada siang atau malam hari sekalipun.

Dia mengatakan, fitur dan teknologi ini juga dihadirkan untuk menyiasati perkembangan harga properti di kota besar yang terus meningkat. Hal itu membuat kebutuhan investasi untuk mendirikan showroom besar menjadi lebih berat. Teknologi ini diyakini dapat menyiasati kebutuhan lahan tersebut.

"Sekitar 80% market premium itu ada di Jakarta, kalau membangun showroom investasinya besar, dan kalo konsumen mau melihat produk juga sering kali tidak semuanya ada di showroom," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMW Group Indonesia

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top