Adopsi Mobil Listrik, Daur Ulang dan Pasokan Energi Jadi Perhatian

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menargetkan konsep daur ulang baterai kendaraan bermotor listrik (KBL) dapat rampung dalam waktu 3 tahun.
Agne Yasa, Aprianus Doni Tolok, Thomas Mola
Agne Yasa, Aprianus Doni Tolok, Thomas Mola - Bisnis.com 09 September 2019  |  13:54 WIB
Adopsi Mobil Listrik, Daur Ulang dan Pasokan Energi Jadi Perhatian
Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). - Bisnis/Agne Yasa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menargetkan konsep daur ulang baterai kendaraan bermotor listrik (KBL) dapat rampung dalam waktu 3 tahun.

Sumber daya listrik yang dipasok ke sistem pengisian listrik umum (SPLU) juga bakal ramah lingkungan. BPPT telah menginisiasi pembangunan SPLU bertenaga surya.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi mengatakan jika implementasi KBL berbasis baterai lancar, maka dalam kurun waktu tersebut diprediksi sudah banyak kendaraan listrik yang beroperasi.

"Kami hanya mempunyai waktu sekitar tiga tahun karena begitu lebih dari itu, sampahnya sudah akan banyak sekali kalau kendaraan listrik ini langsung bergerak, terutama yang kecil-kecil," ujarnya, Sabtu (7/9).

Adapun, Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) juga berencana membangun tujuh SPLU bertenaga surya di sejumlah tempat. SPLU yang kini berada di kawasan B2TKE-BPPT, BSD, dan kantor BPPT di Thamrin, Jakarta, merupakan SPLU yang memanfaatkan panel surya.

Eniya mengatakan bahwa SPLU tersebut kini menjadi satu-satunya charging station yang bukan dimiliki PLN.

"Di sini [B2TKE-BPPT] fast charging-nya 50 kwh dan ini baru satu, yang ke-2 di [BPPT] Thamrin. Rencananya, tahun ini kita akan pasang di Bandung. Kemudian untuk meningkatkan TKDN [tingkat komponen dalam negeri], ada satu lagi yang akan dibangun tapi kami belum tentukan lokasinya," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa BPPT akan berkoordinasi dengan BUMN dan swasta yang ingin bekerja sama.

"Ada masukan kerja sama dari PLN dan Kementerian ESDM yang juga berkeinginan memasang charging station. Nah ini kami harus berkomunikasi dan bersinergi. Jadi, kami berharap efisiensi anggaran juga ada dan TKDN-nya tinggi," katanya.

Eniya berharap ada industri lokal yang mulai memasok komponen SPLU tersebut, termasuk kesediaan BPPT untuk melakukan transfer teknologi bagi ke BUMN dan BUMD serta pihak swasta yang ingin turut serta dalam pengadaannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top