Penjualan Pikap Diproyeksi Membaik

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, total penjualan pikap sebanyak 72.586 unit, turun 8,62% ketimbang periode yang sama 2018. Kontraksi penjualan ini berjalan beriringan dengan pasar otomotif yang melambat 13,7% pada 7 bulan pertama 2019.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 03 September 2019  |  23:10 WIB
Penjualan Pikap Diproyeksi Membaik
Pikap Suzuki Carry Superior White. - SUZUKI

Bisnis.com, JAKARTA--Penjualan pikap pada sisa tahun ini diharapkan lebih baik dari semester I/2019. Selama 7 bulan pertama, penjualan pikap masih melambat, tetapi beberapa model mampu mencatatkan kinerja positif.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, total penjualan pikap sebanyak 72.586 unit, turun 8,62% ketimbang periode yang sama 2018. Kontraksi penjualan ini berjalan beriringan dengan pasar otomotif yang melambat 13,7% pada 7 bulan pertama 2019.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan, pasar kendaraan komersial pada 7 bulan pertama turun cukup dalam termasuk low pikap. Persaingan pada pikap kecil, katanya, terjadi antara Suzuki dan Daihatsu.

"Kendaraan komersial lebih parah, khusus pikap low turun lebih besar dari pasar. Untuk segmen ini pemain dominan ialah Suzuki dan Daihatsu," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/9/2019).

Pemain low pikap saat ini dihuni oleh Suzuki, Daihatsu, DFSK dan Tata. Walaupun mengalami tren penjualan positif, dua merek terakhir nampak masih sulit untuk mengejar penjualan Suzuki dan Daihatsu. Namun, Supercab telah menjadi penyumbang volume terbesar bagi DFSK.

Amelia berharap pasar pikap pada sisa tahun ini semakin membaik karena selesainya kegiatan politik. Pasar low pikap pada Januari-Juli 2019 jelasnya, tertekan cukup dalam yakni sekitar 16,6% dibandingkan periode yang sama 2018. "Harapannya lebih baik dari semester I/2019," tambahnya.

Pada 7 bulan pertama, penjualan Gran Max yang menjadi andalan Daihatsu tercatat sebanyak 20.217 unit, melambat jika dibandingkan capaian tahun lalu. Capain itu membuat pangsa pasar pikap Daihatsu sedikit menyusut.

Penjualan tertinggi untuk low pikap masih menjadi milik New Carry yang telah mendapatkan penyegaran pada tahun ini. New Carry meraup penjualan sebanyak 24.860 unit, tumbuh hampir 19% dibandingkan tahun lalu.

Saat ini, Carry merupakan satu tulang punggung penjualan Suzuki karena merupakan model terlaris bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Sepanjang 2018, penjualan Carry berkontribusi sebesar 51% terhadap penjualan Suzuki di Indonesia.

Tahun ini, Suzuki menargetkan penjualan New Carry sebanyak 5.000 unit per bulan berkat produk baru yang diklaim lebih irit bahan bakar dan memiliki daya angkut yang lebih besar. New Carry yang dirilis pada IIMS 2019 merupakan produk yang juga bakal diekspor dengan target ke 100 negara.

Medium Pikap

Sedikit berbeda dengan low pikap, penjualan medium pikap masih tumbuh positif khususnya untuk Mitsubishi Motors melalui L300 dan Isuzu melalui Traga. Mitsubihsi yang sudah tidak memasarkan T120SS berhasil mencatatkan kinerja positif dengan penjualan sebanyak 16.435 unit, tumbuh hampir 29% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Hal yang sama juga terjadi untuk Isuzu Traga yang tumbuh hampir dua kali lipat. Traga merupakan model pikap terbaru Isuzu yang juga direncanakan akan diekspor tahun ini.

General Manager Marketing Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril optimistis penjualan Traga bakal lebih baik dibandingkan semester I/2019. Menurutnya, tren kenaikan penjualan mulai kelihatan pada Juli lalu di mana pasar pikap secara umum juga bergerak naik.

"Penjualan pikap khususnya Isuzu Traga semester II/2019 diproyeksi akan lebih baik dibandingkan semester pertama," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/9/2019).

Pada 7 bulan pertama, total penjualan Traga tercatat sebanyak 3.117 unit, sementara periode yang sama 2018 sebanyak 1.051 unit. Selain Traga, Isuzu masih memasarkan model Panther dan D-Max single kabin.

Attias memaparkan, salah satu strategi untuk meningkatkan penjualan Traga ialah dengan menyasar pasar potensial khususnya di Pulau Jawa. Traga diklaim, menawarkan daya angkut yang besar dan menjadi salah satu pikap pilihan pelaku usaha logistik. "Kenaikan ini nampaknya menjadi tanda dunia usaha mulai bergerak lagi," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pasar Pikap

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top