Pabrikan Otomotif Siap Pakai B30 Mulai Tahun Depan

Pelaku industri otomotif dalam negeri menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah menggunakan B30 pada awal 2020.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  17:12 WIB
Pabrikan Otomotif Siap Pakai B30 Mulai Tahun Depan
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri otomotif dalam negeri menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah menggunakan B30 pada awal 2020. Mereka juga akan melakukan tes lanjutan seiring dengan penerapan Euro 4 kendaraan mesin diesel pada 2021.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan saat ini pabrikan telah menerapkan penggunaan B20, yang telah berlaku mulai 1 September 2018. Menurut riset yang dilakukan anggota asosiasi, di lapangan hampir tidak ada lagi solar murni.

Dalam rencana implementasi B30, industri telah melakukan uji performa, termasuk di daerah dingin, Dieng, Jawa Tengah. Hal ini disebabkan kemungkinan bahan bakar mengental karena suhu rendah dan dikhawatirkan menganggu kinerja mesin. Namun, hasilnya tidak terdapat masalah yang berarti.

“Jadi, kami sampaikan dari produsen kendaraan Indonesia, untuk diesel kami bisa menerima rencana pemerintah untuk menggunakan B30. Namun, tentunya kami akan melakukan tes lanjutan lagi,” ujarnya dalam acara Breakfast Meeting tentang Industri Kelapa Sawit, Biodiesel, dan Permesinan Otomotif di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Dia menjelaskan tes lanjutan ini diperlukan karena kendaraan yang dites saat ini menggunakan standar Euro 2. Pada Maret 2021, pemerintah menerapkan batasan Euro 4. “Jadi, kami perlu waktu untuk tes Euro 4. Kalau ada persyaratan yang lebih ketat, kami sampaikan ke anggota,” kata Yohannes.

Dia mengatakan, pada awalnya hanya tiga merek yang melakukan uji kendaraan untuk B30. Namun, asosiasi mendorong anggota lainnya sehingga terdapat tujuh merek yang melakukan tes dengan jenis kendaraan yang lebih bervariasi, dari passenger car diperluas hingga truk, pikap, dan lainnya.

Kendati demikian, menurutnya, masih terdapat perbedaan antara industri otomotif dengan produsen biodiesel. “Kami ingin kandungan monogliserida (MG) content bisa 0,4 ppm, tetapi produsen biodiesel masih 0,5 ppm,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
biosolar

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top