Toyota Dukung Kebijakan Pemerintah Soal Mobil Listrik

Presiden Joko Widodo menyatakan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik pada Senin (12/8/2019).
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  16:07 WIB
Toyota Dukung Kebijakan Pemerintah Soal Mobil Listrik
Menter Keuangan Sri Mulyani melihat model Prius Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) saat mengunjungi booth Toyota yang hadir di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/07/2019). . - BISNIS.COM/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik pada Senin (12/8/2019).

Dia berharap, dengan adanya Perpres tersebut industri otomotif mau segera merancang dan membangun industri mobil listrik di Indonesia.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah tersebut.

"Semua agen pemegang merek [APM] di Tanah Air, termasuk Toyota, pasti akan mendukung semua kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional," ujarnya dalam pesan singkat yang diterima Bisnis, Kamis (8/8/2019).

Menurutnya, Toyota berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah terkait dengan pengembangan kendaraan listrik yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Saat ini, Toyota diketahui telah memperkenalkan beberapa jenis kendaraan listik seperti hybrid, plug-in hybrid, battery EV, dan fuel cell EV.

Dia mengatakan pemahaman masyarakat mengenai kendaraan jenis EV (electric vehicle) perlu diperkuat agar masyarakat siap mengoperasikan secara aman mobil ramah lingkungan ini.

Adapun harga kendaraan listrik yang sudah dipasarkan saat ini cenderung lebih mahal dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Hal ini dikarenakan komponen baterai yang digunakan harganya masih tinggi.

Presiden Jokowi berharap dengan bahan baku baterai yang Indonsia miliki dapat segera dikembangkan akhirnya menekan harga kendaraan listrik sehingga dapat dijangkau masyarakat.

“Kita tahu 60% mobil listrik itu kuncinya ada di baterainya dan bahan untuk membuat baterai, kobalt, mangan dan lain-lainya itu ada di negara kita, sehingga strategis bisnis negara ini bisa kita rancang agar nanti kita bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah, yang kompetitif karena bahan-bahan ada di sini,” ujarnya usai meresmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN, di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top