Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tinggal Selangkah Lagi, Luhut : Perpres Mobil Listrik Sudah Sampai ke Presiden

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan menyatakan draf peraturan presiden tentang mobil listrik sudah sampai ke meja Presiden Joko Widodo.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  13:52 WIB
Seorang pria memegang charger mobil listrik di tempat parkir mobil di restoran McDonald's di Sao Paulo, Brasil, 3 Maret 2018. - REUTERS
Seorang pria memegang charger mobil listrik di tempat parkir mobil di restoran McDonald's di Sao Paulo, Brasil, 3 Maret 2018. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan menyatakan draf peraturan presiden tentang mobil listrik sudah sampai ke meja Presiden Joko Widodo.

“Tadi sudah selesai perpres-nya, hari-hari ke depan Presiden tanda tangan. Dari kami semua sudah selesai paraf. Kemarin saya telpon-telponan sama Bu Sri Mulyani, sudah [paraf],” kata Luhut di Istana Negara, Selasa (23/7/2019).

Sebagai informasi, aturan kendaraan listrik itu hanya mengatur kendaraan listrik berbasis baterai dan ekosistemnya. Pasalnya, pemerintah ingin mendorong pengembangan penelitian dan industri lokal dengan memanfaatkan material yang tersedia di dalam negeri.

Berkaitan dengan komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, Luhut menyebutkan Indonesia telah menerima komitmen investasi baterai lithium di Morowali. Contemporary Amperex Technology (CATL) memimpin kongsi bersama sejumlah perusahaan untuk memproduksi baterai lithium dengan nilai investasi US$55,7 triliun secara bertahap.

“CATL kongsi juga dengan LG, Volkswagen, Mercedes, serta macam-macam perusahaan lain,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia mengungkapkan investor lainnya dalam kongsi tersebut adalah Tesla, perusahaan milik pengusaha global Elon Musk.” Di Morowali itu yang masuk si CATL, terus kemudian dia dengan LG, itu yang paling main. Tesla dia juga join dengan situ, tapi berapa banyak saya gak tau,” tambahnya.

Menurut Luhut, pembangunan pabrik baterai tersebut ditargetkan mampu rampung dalam 3 tahun mendatang. Dengan masuknya industri baterai itu, dia meyakini Indonesia akan menjadi pusta produksi baterai terbesar di dunia.

“Ya menurut saya harus terbesar karena kita punya semua dan cost kita lebih murah,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top