Teknologi Bosch Dorong Mobil Terbang

Bosch Automotive Electronics siap mendukung terwujudnya taksi udara pada 2030, melalui penyediaan teknologi sensor modern untuk mobil terbang. Bahkan, sebagian besar taksi udara itu akan mampu beroperasi tanpa pilot.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  17:00 WIB
Teknologi Bosch Dorong Mobil Terbang
Perangkat mobil terbang. - Foto BOSCH

Bisnis.com, STUTTGART - Bosch Automotive Electronics siap mendukung terwujudnya taksi udara pada 2030, melalui penyediaan teknologi sensor modern untuk mobil terbang. Bahkan, sebagian besar taksi udara itu akan mampu beroperasi tanpa pilot.

“Taksi terbang pertama akan berangkat di kota-kota besar mulai 2023, paling lambat. Bosch berencana untuk memainkan peran utama dalam membentuk pasar masa depan ini,” kata Harald Kröger, Presiden Divisi Bosch Automotive Electronics, dalam keterangan pers, Selasa (21/5/2019).

Untuk membantu mencapai tujuan ini, Bosch telah menemukan celah di pasar. Teknologi aerospace konvensional dinilai terlalu mahal, besar, dan berat untuk digunakan dalam taksi terbang otonom. Namun, sensor modern yang juga digunakan untuk mengemudi otomatis atau dalam sistem anti-selip ESP dapat berpotensi menjembatani kesenjangan ini.

"Itulah sebabnya tim insinyur kami telah menggabungkan puluhan sensor untuk membuat unit kontrol universal untuk taksi terbang," ujarnya. Bosch bekerja pada teknologi sensor canggih untuk membuat penerbangan ini sangat aman, nyaman, dan nyaman.

Bosch telah menunjukkan teknologi sensornya yang sudah digunakan dalam kendaraan produksi, unit kontrol universal dirancang untuk memastikan kemampuan untuk menentukan posisi taksi terbang setiap saat, yang memungkinkannya dikendalikan dengan presisi dan keamanan.

Sensor percepatan dan yaw-rate yang secara akurat mengukur pergerakan dan sudut serangan kendaraan terbang, misalnya, menyediakan data yang diperlukan.

Tidak seperti sistem sensor di sektor kedirgantaraan, yang beberapa di antaranya berharga puluhan ribu atau bahkan beberapa ratus ribu euro, Bosch dapat menggunakan solusinya dengan biaya yang lebih kompetitif.

Itu karena perusahaan menggunakan sensor teruji produksi yang sudah dikembangkan, dan diproduksi Bosch untuk industri otomotif selama bertahun-tahun.

"Melalui solusi Bosch, kami ingin membuat penerbangan sipil dengan taksi terbang terjangkau untuk berbagai penyedia," kata Marcus Parentis, Kepala Tim Teknologi di Bosch yang bertanggung jawab atas unit kontrol di belakang pesawat lampu listrik.

Terlebih lagi, sensor Bosch sangat kecil dan ringan. Pabrikan taksi terbang dapat dengan mudah memasang kotak sensor Bosch ke dalam kendaraan udara mereka menggunakan prinsip plug-and-play.

Boston Consulting Group memperkirakan bahwa orang-orang di seluruh dunia akan mengambil 1 miliar penerbangan dengan taksi udara pada 2030, begitu layanan berbagi juga telah hadir di rute-rute tetap di atas tanah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bosch, Taksi Udara

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top