Pasar Pikap Turun, DFSK Klaim Supercab Makin Diminati

Kinerja penjualan pikap selama 4 bulan pertama masih landai. Penjualan diharapkan kembali menggeliat setelah Pilpres dan Lebaran. Pemain pikap seperti Isuzu dan DFSK justru masih mampu mencatatkan penjualan positif.
Thomas Mola | 22 Mei 2019 23:15 WIB
Sokon Supercab di Giicomvec 2018. - Bisnis.com/Fatkhul Maskur

Bisnis.com, JAKARTA--Kinerja penjualan pikap selama 4 bulan pertama tercatat mengalami penurunan. Pemain seperti Isuzu dan DFSK justru mampu mencatatkan penjualan positif.

Tidak jauh berbeda dengan Isuzu, pikap DFSK juga mulai diminati. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Franz Wang sebelumnya mengatakan, kendaraan niaga DFSk akan terus berkembang karena memiliki keunggulan tersendiri.

“Kami membawa Super Cab ke Indonesia dengan tujuan turut mengembangkan sektor niaga Indonesia. Melalui studi komprehensif kami menyadari bahwa konsumen menginginkan pikap dengan mesin yang kuat dengan daya angkut yang besar, termasuk 3 tempat duduk di kabin,” ujarnya, baru-baru ini.

DFSK Supercab merupakan produk pikap asal China yang dirakit di pabrik Cikande, Banten. Supercab dilengkapi dengan mesin 4-silinder berkapasitas hingga 1,5 liter.

Dengan mesin tersebut, tenaganya mencapai 102 PS dan merupakan tenaga terbesar dibandingkan dengan pesaing sekelasnya seperti Daihatsu Grand Max, Mitsubishi T120SS.

Supercab juga hadir dalam format mesin diesel berkapasitas 1,3 liter. Supercab dibanderol dengan harga mulai dari Rp 119 juta, masih lebih mahal ketimbang Mitsubishi T120SS, demikian juga varian diesel yang dibanderol seharga Rp167 jutaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
DFSK, DFSK Supercab

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top