Penjualan Mobil Bekas Melambat Jelang Ramadan

Penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, pada periode sebelum Ramadhan turun sebanyak 30 persen yang disebabkan oleh adanya perubahan tren masyarakat perkotaan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  03:35 WIB
Penjualan Mobil Bekas Melambat Jelang Ramadan
Penjualan mobil bekas. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, pada periode sebelum Ramadhan turun sebanyak 30 persen yang disebabkan oleh adanya perubahan tren masyarakat perkotaan.

“Biasanya sebulan sebelum Ramadhan udah ramai. Tahun lalu terjual 2.800 unit lebih. Tetapi tahun ini di bulan April hanya 2.200,” kata Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Herjanto mengatakan penjualan mobil bekas yang turun hingga 600 unit pada periode jelang Ramadhan ini cukup signifikan karena merupakan salah satu yang terburuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menduga salah satu alasan penurunan penjualan mobil bekas adalah bergesernya tren masyarakat yang saat ini lebih memilih untuk menghabiskan uang guna berwisata keluar negeri atau daerah lain di Indonesia.

Namun, setelah Ramadhan, Herjanto optimistis jika angka penjualan mobil bekas akan naik dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Meskipun di bulan Maret dan April sepi, tetapi bulan Mei ini ada berkah karena harga tiket pesawat mahal. Artinya mereka berbondong-bondong untuk membeli mobil bekas," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah seorang penjual mobil bekas di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Jhon Suryadi, yang mengeluhkan transaksi penjualan mobil bekas yang cenderung sepi hingga pekan kedua Ramadhan.

"Sekarang penjualan sedang sepi. Dari target sepanjang Ramadhan tahun ini sebanyak 20 unit, baru terjual tiga unit," kata karyawan toko Kardus Mobil ini.

Menurut dia, sepinya penjualan mobil bekas dipicu oleh tingkat persaingan dagang yang relatif tinggi di wilayah setempat serta kehadiran kios penjualan secara daring.

"Biasanya konsumen yang memiliki persyaratan lengkap, justru lebih memilih beli mobil baru di dealer resmi," katanya.

Saat ini, mobil bekas jenis Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) seperti Toyota Avanza, Nissan Grand Livina dan Suzuki Ertiga yang diandalkan dari segi penjualan, justru sepi peminat.

Salah satu penyebabnya adalah pasar LMPV Indonesia semakin ramai dengan hadirnya All new Avanza, All New Xenia, All New Livina, serta model penyegaran dari Honda Mobilio dan Suzuki Ertiga.

Situasi itu membuat harga jual mobil bekas untuk tipe yang sama keluaran tahun 2015-2017 turun harga berkisar 10 hingga 20 persen.

Sebagai contoh, harga Avanza keluaran 2015 dari semula Rp110 juta-Rp120 juta, turun di kisaran Rp100 jutaan, Suzuki Ertiga GL manual keluaran dua tahun terakhir dibanderol Rp130 juta dari semula berkisar Rp145 juta-Rp150 juta.

Selain itu, harga Avanza tipe G keluaran 2013 dari semula Rp110 juta kini dijual Rp105 juta dan Honda Freed 2010 dari Rp150 jutaan, kini dijual Rp135 juta.

Salah satu konsumen mobil bekas, Aryo Wibisono, mengaku saat ini kurang tertarik membeli mobil bekas karena pertimbangan bunga yang relatif tinggi.

"Misalnya jenis Toyota Rush 2015 dengan uang muka Rp50 juta dan cicilan Rp5 juta sebulan selama empat tahun, saya lebih baik ambil mobil baru dengan cicilan dan DP yang sama, paling hanya selisih setahun cicilan lebih lama," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Bekas

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top