Berselisih Gara-gara Twitter, Elon Musk dan Komisi Sekuritas AS Akhirnya Berdamai

Elon Musk akhirnya mencapai kesepakatan dengan Securities and Exchange Commission (SEC) AS terkait penggunaan akun Twitter-nya.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 28 April 2019  |  16:08 WIB
Berselisih Gara-gara Twitter, Elon Musk dan Komisi Sekuritas AS Akhirnya Berdamai
CEO Tesla Inc Elon Musk keluar dari Pengadilan Federal Manhattan setelah menyelesaikan sidang dengar pendapat dengan Securities and Exchange Commission (SEC) AS di New York, AS, Kamis (4/4/2019). - Reuters/Eduardo Munoz

Bisnis.com, JAKARTA -- CEO Tesla Inc Elon Musk telah mencapai kesepakatan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission/SEC) untuk menyelesaikan perselisihan tentang penggunaan akun Twitter-nya.

Dilansir dari Reuters, Minggu (28/4/2019), Musk setuju untuk diperiksa terkait pernyataan publiknya tentang keuangan perusahaan dan topik-topik lain yang dia sampaikan di akun Twitter pribadinya. Dia beberapa kali mencuitkan jumlah produksi ataupun kondisi keuangan internal Tesla.

"Konsekuensi dari meremehkan SEC bisa jadi jauh lebih buruk baginya dan perusahaan,” kata Stephen Diamond, seorang profesor hukum sekuritas di Universitas Santa Clara.

Tesla telah berjuang dengan kesulitan logistik dalam mengirimkan sedan Model 3 kepada pelanggan global, harga saham yang menurun, dan keberlanjutan pesanan. Awal pekan ini, pembuat kendaraan listrik tersebut mengalami kerugian US$702 juta dan memperingatkan kemungkinan kembali merugi pada kuartal kedua.

Tahun lalu, SEC menggugat Musk setelah dia mengklaim sudah memiliki pendanaan yang dibutuhkan untuk membuat Tesla menjadi perusahaan tertutup. Musk menyatakan Tesla bisa membeli kembali saham dari publik dengan nilai US$420 per lembar. 

SEC menegaskan cuitan tersebut, yang membuat harga saham Tesla naik 13,3 persen, melanggar regulasi tentang sekuritas. 

Musk kemudian setuju untuk mundur sebagai chairman dan meminta pengacara perusahaan untuk menyetujui komunikasi tertulis, termasuk cuitan dengan informasi penting perusahaan. 

Tetapi, pada Februari 2019, SEC kembali menuding Musk melanggar perjanjian itu dengan mencuit angka produksi Tesla yang belum diperiksa oleh pengacara perusahaan. SEC juga meminta Hakim Distrik Alison Nathan di Pengadilan Manhattan untuk menahannya.

Namun, pada sidang pada awal April 2019, hakim menolak untuk memutus perkara dan memerintahkan kedua pihak untuk menyelesaikan permasalahan mereka serta membuat kesepakatan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tesla Motors

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top