Pasar Turun, Kendaraan Komersial Isuzu Sanggup Tumbuh 22%

Kendati pasar otomotif triwulan I/2019 turun 13,1% atau setara dengan 253.863 unit, Isuzu masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,5%.
Thomas Mola | 16 April 2019 06:31 WIB
Model Berpose dengan kendaraan Isuzu Traga saat dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di Grand City Convex, Surabaya, Jumat (29/3/2019). - Bisnis/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati pasar otomotif triwulan I/2019 turun 13,1% atau setara dengan 253.863 unit, Isuzu masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,5%.

Pertumbuhan penjualan Isuzu itu ditopang oleh segmen kendaraan komersial Isuzu yang melaju hingga 22% pada periode tersebut.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Jap Ernardo Demily mengatakan, potensi pasar kendaraan komersial di Indonesia masih sangat besar. Sebagian permintaan kendaraan komersial sangat dipengaruhi oleh sektor komoditas tetapi terdapat 70% pasar kendaraan komersial yang di luar sektor komoditas.

"Sektor ini seperti sandang, pangan, FMCG [fast moving consumer goods] masih berkembang, berkembangnya online shop juga meningkatkan kebutuhan transportasi barang," ujarnya kepada Bisnis, Senin (15/4/2019).

Ernardo menjelaskan, Isuzu bertekad berkontribusi lebih pada pengembangan pasar di luar komoditas. Pasar logistik dan distribusi tersebut sangat sensitif dengan cashflow sehingga Isuzu memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memiliki kendaraan.

Isuzu, katanya, menawarkan harga kompetitif dan perawatan yang baik. Selain itu, IAMI juga memberikan program bunga 0% dan gratis servis selama 2 tahun.

Langkah itu diklaim membuat Isuzu mampu memasarkan lebih banyak kendaraan sekaligus memperbesar pangsa pasar. Gaikindo mencatat, hingga triwulan I/2019, Isuzu meraih 2,3% pangsa pasar otomotif nasional, atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yakni 1,8%

"Kami juga memberikan opsi down payment yang bersaing. Langkah ini kami rasa cukup tepat, tercermin dari pertumbuhan isuzu di tahun ini yang cukup tinggi yaitu sekitar 25% di segmen commercial vehicle."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, isuzu

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top