Penyebab Pasar LCGC Bakal Menyusut Lagi

Pasar Kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) pada tahun ini diprediksi bakal kembali menyusut. Penurunan penjualan model KBH2 sudah mulai terasa pada 2018.
Thomas Mola | 14 Maret 2019 19:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pasar Kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) pada tahun ini diprediksi bakal kembali menyusut. Penurunan penjualan model KBH2 sudah mulai terasa pada 2018.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pasar low cost green car (LCGC) akan kembali turun karena konsumen mendapatkan tawaran menarik dari low multipurpose vehicle (LMPV).

"Konsumen terimingi untuk upgrade, tambah beberapa juta skema kredit, dapat model baru. Modelnya juga tidak terkesan murahan," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Soerjopranoto menjelaskan, faktor lainnya ialah berkembangnya pasar motor premium sehingga konsumen lebih memilih untuk naik kelas ke motor premium ketimbang ke model LCGC.

Tambah lagi, kehadiran layanan ride hailing alias taksi daring membuat orang berpikir untuk tidak perlu memberi kendaraan. Dengan naik taksi daring, tidak perlu memikirkan parkir dan biaya lainnya.

"Itu kenapa tahun 2018 terjadi penurunan sekitar 10.000 hingga 15.000 kendaraan. Tambah lagi ada faktor nonpreforming financing [NPF] yang naik. LCGC akan turun lagi karena tidak ada produk atraktifnya," tambahnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, pangsa pasar model LCGC perlahan mulai menciut. Pada 2018, pangsa kendaraan LCGC tercatat sebesar 20%, sementara pada 2016 masih pada level 22%.

Tahun lalu, penjualan LCGC ke dealer (wholesales) terdata sebanyak 230.444 unit, turun 4,1% dibandingkan dengan realisasi pada 2017.

Tag : Mobil LCGC
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top