Dua Alasan Penjualan Mobil Turun di Awal 2019

Penjualan otomotif Grup Astra pada Januari 2019 melambat 7,7% dibandingkan tahun lalu. Perlambatan Grup Astra itu masih lebih baik dibandingkan pasar yang turun sekitar 15,36% pada awal 2019 ini.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  14:00 WIB
Dua Alasan Penjualan Mobil Turun di Awal 2019
Model berpose saat peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Penjualan otomotif Grup Astra pada Januari 2019 melambat 7,7% dibandingkan tahun lalu. Perlambatan Grup Astra itu masih lebih baik dibandingkan pasar yang turun sekitar 15,36% pada awal 2019 ini.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, terdapat dua faktor utama perlambatan penjualan pada awal tahun yakni tahun politik di mana konsumen masih menahan belanja. Selain itu,dari produsen khususnya Toyota masih berupaya meningkatkan pasokan khususnya untuk Avanza

"Jangan lupa ada faktor pemilu pada April, berbeda dari tahun lalu. Di sisi lain kami juga menunggu tambahan pasokan dari pabrikan untuk model baru yang kami perkenalkan Januari lalu," ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/2/2019).

Adapun, penjualan Grup Astra terdiri dari Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Puegeot. Penjualan Daihatsu paling tertekan, sementara Toyota turun tipis. Sebaliknya, Isuzu yang lebih banyak bermain pada segmen komersial tumbuh positif.

Soerjo menuturkan, Grand New Avanza yang baru diperkenalkan pada Januari diharapkan dapat menaikkan penjualan Toyota tahun ini. Pasalnya, Avanza telah menjadi salah satu pendulang volume penjualan unit kendaraan selama beberapa tahun terakhir.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat Avanza menjadi model terlaris di Tanah Air selama beberapa tahun terkahir. Tahun 2018, Avanza tetap menjadi model terlaris walaupun penjualan Avanza turun 29,36% atau sebanyak 82.167 unit.

"Mudah-mudahan bisa menaikkan penjualan ke depannya," tambahnya.

Sebelumnya, Auto2000 selaku salah satu jaringan distributor utama Toyota menyebutkan saat ini permintaan Avanza sangat baik yang ditandai dengan waktu tunggu antara 1,5 bulan hingga 2 bulan. TAM juga telah meminta pabrikan untuk meningkatkan produksi Avanza.

Soerjo melanjutkan, penurunan penjualan juga erat kaitan dengan tahun politik di mana umumnya pasar otomotif turun. Namun, peluang untuk tumbuh juga terbuka pada tahun ini karena banyak agen pemegang merek (APM) yang memperkenalkan produk baru.

"Tapi mungkin saya berbeda kali ini, karena beberapa APM memperkenalkan produk baru, jadi market bisa jadi mendekati tahun lalu," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Penjualan Mobil

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top