Volvo Pertahankan Pusat Ekspor di China

Volvo Cars akan mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9% pada 2018.
Newswire | 08 Februari 2019 22:00 WIB
Pusat perakitan Volvo di China. - Volvo Cars

Bisnis.com, JAKARTA - Volvo Cars akan mempertahankan China sebagai lokasi pusat ekspor, setelah mencetak kenaikan keuntungan operasional sebesar 0,9% pada 2018.

Hakan Samuelsson, Chairman of the Executive Board (CEO) of Volvo Cars Corporation AB, mengatakan bahwa saat ini, sebagian besar mobil yang dijual di China dibangun di China, ini memiliki tingkat lokalisasi yang sangat baik.

"Tapi China juga digunakan sebagai pusat ekspor Volvo Cars. Karena tarif yang dikenakan AS, kami harus mendistribusikan ulang," katanya dilansir Xinhua, Jumat (8/2/2019).

Untuk menghindari kenaikan biaya tarif ekspor, ia mengatakan bahwa "mobil yang diproduksi di China sekarang tidak diekspor ke AS, tetapi masih mengekspor ke negara ketiga yang tidak terpengaruh oleh tarif."

Pada Kamis (7/2/2019), Volvo Cars merilis laporan kinerja perusahaan 2018 dengan laba operasional sekitar US$1,53 miliar, meningkat 0,9% dari tahun sebelumnya.

"Hasil yang sesuai dengan harapan kami, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan ambisi jangka panjang. Pertumbuhan pendapatan dan penjualan pada 2018 memang sehat, tetapi profitabilitas dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti tarif dan meningkatnya persaingan harga di beberapa pasar," kata Samuelsson.

Volvo Cars yang diakuisisi produsen mobil China Geely pada 2010, saat ini memiliki 38.000 tenaga kerja di seluruh dunia.

Sumber : Antara

Tag : Volvo Cars
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top