Januari-September 2018 : Ekspor Mobil CBU Naik 10,4%

Di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas, sektor industri otomotif berhasil memacu ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built-up (CBU) secara signifikan.
Yudi Supriyanto | 23 Oktober 2018 15:19 WIB
Petugas memeriksa mobil produksi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang siap diekspor di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/3). - Bisnis, Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas, sektor industri otomotif berhasil memacu pengapalan ke luar negeri produk kendaraan bermotor dalam bentuk utuh atau completely built-up (CBU) secara signifikan.

Sejumlah langkah dilakukan oleh para agen pemegang merek guna mendongkrak kinerja ekspor mereka, seperti pengembangan model baru, dan perluasan pasar negara tujuan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun ini hingga September total ekspor CBU sudah mencapai 187,752 unit atau meningkat 10,4% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada tahun sebelumnya sebanyak 170.59 unit.

Ekspor tersebut berasal dari enam merek, mencakup Toyota, Daihatsu, Suzuki, Hino, Mitsubishi, Honda dan Hyundai. Ekspor CBU terbesar berasal dari model kendaraan bermerek Toyota dengan pencapaian sebanyak 152.329 unit.

Model kendaraan bermerek Toyota, yang terdiri dari Innova, Fortuner, Vios, Yaris, Sienta, Avanza, Agya, Townace, dan Liteace, mengontribusi 81% terhadap total ekspor kendaraan bermotor mobil dari Indonesia. (lihat ilustrasi)

Penyumbang ekspor terbanyak kedua adalah Suzuki (18.202 unit), disusul Mitsubishi (12.261 unit), Hino (2.055), Hyundai (1.716 unit), dan Daihatsu (1.189 unit).

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan, pertumbuhan pengapalan mobil selama 9 bulan pertama tahun ini tidak menutup kemungkinan karena pasar di negara tujuan tumbuh dengan baik.

Gaikindo, lanjutnya, selalu minta kepada para agen pemegang merek untuk meningkatkan ekspornya, dan meminta masukan jika terdapat kendala dalam melakukan pengapalan mobillnya seperti yang terjadi di Vietnam.

“Mungkin pasar di negara ekspor yang tumbuh baik,” kata Jongkie kepada Bisnis, Senin (22/10/2018).

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, mengungkapkan, ekspor kendaraan-kendaraan merek Toyota pada sembilan bulan tahun ini mengalami pertumbuhan 2,8%.

Dia mengungkapkan beberapa faktor pendorong ekspor mobil. “Tambahan model-model, seperti Wigo dan Rush,” kata Bob kepada Bisnis.

Dalam data Gaikindo, ekspor Wigo mencapai sebanyak 23.434 unit pada Januari—September tahun ini. Adapun total pengapalan Rush sebanyak 19.399 unit.

Selain model baru, negara tujuan ekspor mobil Toyota juga bertambah siginfikan. Tercatat, ekspor Rush dari satu negara pada tahun lalu menjadi puluhan negara sepanjang tahun ini.

Perluasan pasar ekspor juga akan dilakukan oleh merek lain. Department Head of Export PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Hady Surjono Halim, di Cikarang, mengungkapkan rencananya all new Ertiga akan diekspor ke Meksiko. Sebelumnya, Meksiko bukan merupakan negara tujuan ekspor LMPV tersebut.

Pada ekspor perdana LMPV tersebut, perusahaan mengirimkan all new Ertiga ke Filipina sebanyak 385 unit. SIM menargetkan pengapalan all new Ertiga mencapai 12.000 unit pada tahun fiskal 2018.

Ekspor nonmigas tahun ini ditargetkan bertumbuh 11% dari realisasi tahun lalu senilai US$169,0 miliar. Sepanjang Januari-Agustus, ekspor nonmigas tercapai US$108,69 miliar atau tumbuh 10% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang senilai US$98,79 miliar. (Moh. Fatkhul Maskur)

Sumber : Bisnis Indonesia, Selasa (23/10/2018)

Tag : Ekspor Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top