Hyundai Galau Naikkan Harga

Hyundai sedang mengalkulasi penyesuaian harga jual kendaraan penumpang di Indonesia karena depresiasi rupiah. Agen pemegang merek kendaraan asal Korea Selatan itu pada September lalu telah melakukan penyesuaian harga untuk model Santa Fe dan H 2.
Thomas Mola | 08 Oktober 2018 22:28 WIB
Hyundai H 1. - Hyundai.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Hyundai Mobil Indonesia mengaku sedang mengalkulasi penyesuaian harga jual kendaraan penumpang di Indonesia karena depresiasi rupiah. Agen pemegang merek kendaraan asal Korea Selatan itu pada September lalu telah melakukan penyesuaian harga untuk model Santa Fe dan H 2.

Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno mengatakan bahwa faktor utama kenaikan harga jual ialah penguatan dolar mengingat banyak komponen otomotif sangat rentan terhadap nilai tukar. Salah satu yang masih dipertimbangkan HMI ialah dampak kenaikan harga kendaraan terhadap jumlah unit penjualan.

"Sudah ada kenaikan tapi berikutnya sedang dikalkulasi kembali," tulisnya kepada Bisnis, Senin (8/10/2018).

Seperti diketahui, pada pertengahan September 2018, HMI melakukan penyesuaian harga sebesar Rp5 juta untuk sport utility vehicle (SUV) andalannya Santa Fe dan big van Hyundai H-1. Kenaikan harga juga kedua tipe kendaraan tersebut karena nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Mukiat berpendapat, penyesuaian harga memiliki dampak yang cukup besar terhadap penjualan kendaraan. HMI akan terus mempelajari kondisi pasar guna mengejar target volume penjualan unit di Tanah Air. "[Revisi target] kami sedang pelajari dulu kondisinya," tambahnya.

Adapun, penjualan Hyundai pada 8 bulan pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan positif di atas industri yang tumbuh 6,9%. Hyundai tercatat mampu memasarkan kendaraan sebanyak 936 unit, naik 10,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Motor penjualan Hyundai ialah tipe H-1 dengan penjualan sebanyak 314 unit, disusul Santa Fe sebanyak 133 unit, dan Tuscon 116 unit. Kontribusi penjualan Hyundai juga disumbang oleh Starex yang mampu terjual sebanyak 169 unit hingga Agustus 2018.

Adapun, pada tahun ini, HMI mamatok target penjualan moderat alias tumbuh tipis dibandingkan tahun 2017. Sepanjang 2017, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat HMI berhasil memasarkan sebanyak 1.271 unit kendaraan.

Sebelumnya, Mukiat mengatakan penguatan dolar yang berpotensi membuat harga kendaraan naik. Depresiasi rupiah membuat suku bunga akan naik dan juga akan berdampak kepada penjualan.

Namun, faktor paling besar ialah perlemahan rupiah karena beberapa kendaraan Hyundai didatangkan secara utuh (completely built up/CBU)dari Korea. “Yang lebih vital kenaikan dolar terhadap rupiah, karena pasti berdampak ke harga kendaraan akibatnya,” paparnya.

Tag : Hyundai Mobil Indonesia
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top