Penerapan B20 Diproyeksi Dongkrak Penjualan Pelumas 10%

Penerapan B20 diproyeksikan akan mengerek permintaan pelumas hingga 10%.
Yudi Supriyanto | 20 September 2018 23:20 WIB
Ilustrasi bahan bakar Biodiesel B20 - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA—Pelaku industri pelumas Indonesia mengklaim telah siap untuk mendukung penerapan bauran Biodiesel 20% (B20) dan Euro 4 untuk kendaraan bermesin bensin. Penerapan B20 diproyeksikan akan mengerek permintaan pelumas hingga 10%.

Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) Adria Nusa mengatakan, penerapan B20 bakal membuat permintaan pelumas khusus B20 bakal meningkat. Pelumas B20 dirancang khusus karena kandungan bio pada solar membuat tingkat oksidasi lebih tinggi.

"Tentu B20 akan mendorong permintaan pelumas khusus B20 ini. Seharusnya masing-masing pemain sudah siap. Kalau kami di Pertamina Lubricans sudah siap sejak beberapa tahun lalu sehingga tidak ada masalah," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (20/9/2018).

Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants ini menuturkan, Pertamina telah menyiapkan Mediteran SX Bio untuk kendaraan yang menggunakan B20. Pelumas tersebut bahkan dirancang untuk bauran hingga 50%. Sejak dirilis pada 2016, penjualan pelumas khusus B20 ini diklaim terus meningkat.

Adrian melanjutkan, salah satu yang penting dari penerapan B20 ialah edukasi konsumen terhadap penggunaan pelumas B20. Pasalnya, jika tidak menggunakan pelumas khusus B20, kinerja mesin akan terganggu dan menyebabkan adanya lumpur pada mesin yang dipengaruhi oleh kandungan nabati pada bahan bakar.

"Kalau pelumas ini dipakai untuk yang tanpa bauran tidak ada masalah. Pertamina sudah siapkan ini jauh-jauh hari," paparnya.

Adria memprediksi kehadiran B20 akan mengerek permintaan terhadap pelumas khusus B20 hingga 10%. Saat ini total pasar pelumas nasional sekitar 900.000 kl.

Dia melanjutkan, untuk penerapan Euro 4, Pertamina Lubricans bakal meluncurkan produk baru jika industri kendaraan bermotor telah memproduksi kendaraan dengan standar Euro 4. Persiapan untuk pelumas standar Euro 4 telah dilakukan.

"Euro 4 sudah siap dari sisi produknya, walaupun saat ini belum dirilis secara resmi karena kendaraan Euro 4 ini belum ada di Indonesia. Kalau sudah ada, kami dan teman-teman di asosiasi akan hadirkan itu karena menjadi tuntutan," tambahnya.

Adapun, sejak awal September 2018, pemerintah telah memberlakukan bahan bakar B20 untuk semua kendaraan diesel. Hal itu bertujuan mengurangi impor bahan bakar sekaligus mengerek harga sawit yang merupakan salah satu komoditas andalan nasional.

Di sisi lain, penerapan Euro 4 untuk kendaraan bermesin bensin telah secara resmi diumumkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada GIIAS 2018 Agustus lalu. Para produsen otomotif nasional mengklaim mulai memproduksi kendaraan dengan standar Euro 4 pada Oktober mendatang.

Tag : Mandatori Biodiesel, Industri Pelumas
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top