ERA MOBIL LISTRIK : Kendaraan Hibrida Banyak Diburu di Pulau Dewata

Siapa bilang Indonesia belum masuk era mobil listrik? Meski terbilang masih mahal, tipe mobil ini telah mendapatkan banyak konsumen di Indonesia. Tidak hanya untuk pemilikan pribadi, jasa sewa mobil hybrid di Bali juga telah mendapatkan pelanggan yang tidak sedikit.
Ni Putu Eka Wiratmini | 16 Agustus 2018 00:30 WIB
Mobil Toyota Camry Hybrid dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Tangerang, Banten, Senin (14/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Siapa bilang Indonesia belum masuk era mobil listrik? Meski terbilang masih mahal, tipe mobil ini telah mendapatkan banyak konsumen di Indonesia. Tidak hanya untuk pemilikan pribadi, jasa sewa mobil hybrid di Bali juga telah mendapatkan pelanggan yang tidak sedikit.

Mobil mewah sewa seperti mobil hybrid rupanya banyak dicari untuk kebutuhan pariwisata, penyelenggaraan wedding, hingga even besar nasional maupun internasional. Berbeda dengan tipe plug-in hybrid, tipe hybrid tidak memerlukan colokan pengisi daya sehingga lebih simple.

Seperti penuturan Nengah Sudiarta Yasa, pemilik rental mobil Bali A1 Trans. Sejak 2004 dia telah menyewakan mobil listrik di Bali. Jika dirata-ratakan, dalam sebulan bisa empat unit Toyota Camry Hybrid dia sewakan.

Apabila ada even besar, jumlah bisa lebih banyak lagi yakni mencapai 15 unit. Sementara, pada hari-hari biasa yang menyewa merupakan kalangan wisatawan dari Malaysia, Singapura, maupun pelancong lokal yang sedang ada di Bali.

Perayaan wedding di Bali pun juga memberikan berkah bagi jasa ini. Sebab, permintaan akan mobil mewah akan semakin tinggi. "Biasanya yang menyewa pun merupakan wisatawan yang memang berlibur di Bali," katanya kepada Bisnis, Rabu (25/7/2018).

Walaupun harga mobil ini di pasaran tergolong mahal, dia tidak perlu merogoh kantong untuk modal. Pasalnya, semua mobil Camry yang disewakan bukan milik perusahaan, tetapi dari rekanan dengan sistem bagi hasil 70% untuk pemilik mobil dan 30% untuk perusahaannya.

Kepada penyewa dia memasang tarif Rp1,8 juta per 10 jam, termasuk honor sopir. dan bensin. Tarif mobil ini memang lebih mahal hampir dua kali lipat dibandingkan dengan jenis lain. “Terakhir kami menyewakan 2 pekan lalu untuk acara wedding tamu lokal," katanya.

Biasanya, jika ada yang memesan mobil listrik, pihaknya akan menghubungi langsung rekanan-rekanan. Selang H-7 hingga H-1 mobil-mobil tersebut datang.

Ketika selesai disewakan, mobil-mobil itu langsung dikembalikan ke pemiliknya. Sehingga, dia tidak melakukan perlakukan khusus pada mobil-mobil listrik tersebut.

Sementara, untuk gelaran 2018 Annual Meetings of the International Monetary Fund and the World Bank Group, pada Oktober mendatang, penyewaan justru lebih mengarah ke Alphard yang dibandrol dengan tarif Rp2,5 juta per 10 jam.

Toyota mengungkapkan bahwa populasi mobil hibridanya di Indonesia sejauh ini mencapai 1.397 unit. Angka ini didominasi oleh Camry Hybrid. Selain Camry Hybrid, dan Alphard Hybrid, model mobil hibrida lain di Indonesia di antaranya Lexus ES300h, Honda CR-Z , dan All New Nissan X-Trail Hybrid. ()

Tag : toyota camry, Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top