Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pivot Power Bangun Jaringan Baterai Inggris untuk Mobil Listrik

Pivot Power berencana mengembangkan jaringan baterai skala grid 2 gigawatt (GW) dan stasiun pengisian kendaraan listrik cepat di Inggris, katanya, Senin (21/5/2018).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 Mei 2018  |  11:40 WIB
Pivot Power.  - Pivotpower
Pivot Power. - Pivotpower

Bisnis.com, LONDON - Pivot Power berencana mengembangkan jaringan baterai skala grid 2 gigawatt (GW) dan stasiun pengisian kendaraan listrik cepat di Inggris, katanya, Senin (21/5/2018).

Perusahaan yang berbasis di Inggris ini merencanakan 45 situs, masing-masing dengan baterai 50-megawatt skala grid, di sub-stasiun yang terhubung ke jaringan listrik.

Program senilai 1,6 miliar pound (US$2,2 miliar) akan menyediakan infrastruktur untuk mendukung pengambilan kendaraan listrik dan membantu mengurangi ketegangan pada jaringan dari tuntutan pengisian EV besar dan energi terbarukan intermiten.

Inggris mengatakan akan melarang semua mobil bensin dan diesel baru dan van dari 2040.

Pivot Power mengatakan jaringan akan menjadi yang terbesar di dunia, menyimpan cukup daya untuk memasok 235.000 rumah rata-rata setiap hari.

Hal ini bertujuan untuk memiliki baterai operasional di 10 situs dalam 18 bulan, sementara sebuah situs di pantai selatan Inggris bisa naik-dan-menjalankan pada pertengahan 2019, tergantung pada persetujuan perencanaan.

Desember lalu di Australia, Tesla Inc. menyalakan baterai 129-MW jam untuk membantu memberi daya jaringan listrik negara. (US$1 = 0,7448 pon)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Proyek eRoadArlanda Pivot Power

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top