Bersikap Berhati-hati, Honda Kurangi Pengiriman Mobil ke Diler

Penjualan ke diler atau wholesales kendaraan bermotor mobil Honda pada tiga bulan pertama tahun ini lebih rendah 31,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan bersikap hati-hati dalam mendistribusikan produksinya ke diler melihat kondisi pasar di dalam negeri.
Yudi Supriyanto | 20 April 2018 22:00 WIB
Pengunjung melihat-lihat produk yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di Jakarta, Kamis (19/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan ke diler atau wholesales kendaraan bermotor mobil Honda pada tiga bulan pertama tahun ini lebih rendah 31,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan bersikap hati-hati dalam mendistribusikan produksinya ke diler melihat kondisi pasar di dalam negeri.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales kendaraan bermotor mobil Honda mencapai 36.258 unit pada Januari-Maret 2018, lebih rendah 16.759 unit dari periode yang sama tahun lalu, yakni 53.017 unit.

Sementara penjualan ritel Honda pada tiga bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan sebesar 2% dibandingkan dengan Januari-Maret 2017, dari 43.211 unit menjadi 44.089 unit.

Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, pihaknya tidak menginginkan stok kendaraan Honda di diler kebanyakan. Oleh karena itu, dia melanjutkan, pihaknya tidak apa-apa jika berjalan di tempat untuk sementara selama kondisi diler cukup sehat.

“Kami agak hati-hati supaya tidak membuat stok kebanyakan di diler. Itu kami melakukan penyesuaian sehingga operasional bisnis kami secara umum masih baik,” kata Jonfis di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Dia menjelaskan, pasar kendaraan bermotor mobil di dalam negeri belum benar-benar menunjukkan peningkatan sejak tiga tahun lalu, yakni berada pada kisaran 1 juta unit. Perusahaan juga melihat pasar kendaraan masih akan berada di angka 1 juta unit.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi lantaran masyarakat belum melirik kendaraan bermotor mobil meskipun terdapat kenaikan konsumsi untuk beberapa hal seperti pembelian elektronik, motor, atau perjalanan.

Dia berharap penjualan pada kuartal kedua tahun ini dapat mengalami kenaikan mengingat jumlah tabungan masyarakat di bank mengalami kenaikan. Kemudian, suku bunga sudah rendah, dan inflasi dalam kondisi baik. “Kami harapkan, ini kan masalah pending buying saja. Jadi, kekuatan buying ada, tapi agak delay,” katanya.

Acara seperti Indonesia International Motor Show 2018 yang diadakan sebelum Lebaran, harapnya dapat menjadi insentif bagi perusahaan sehingga mengalami peningkatan secara total.

Pada semester kedua tahun ini,  acara seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan Asian Games 2018 juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan perusahaan.

Menurutnya, acara-acara seperti IIMS 2018 dapat memberikan kontribusi sekitar 5%—10% terhadap penjualan kendaraan bermotor mobil perusahaan. Pada acara IIMS 2018, perusahaan menargetkan dapat menjual 3.000 unit kendaraan.

Strategi-strategi yang diterapkan untuk mencapai penjualan 3.000 unit seperti memberikan bunga kredit rendah untuk beberapa produk agar masyarakat bisa cepat memutuskan untuk melakukan pembelian, memberikan hadiah seperti sepeda, dan sebagainya.

Kinerja Penjualan Honda Kuartal Pertama

Keterangan

2018

2017

Naik %

Wholesales

36.258

53.017

-31,6%

Retail Sales

44.089

43.211

2%

Sumber: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Penjualan Mobil, Honda Prospect Motor

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top