Nissan Sebut Mesin Bensin Belum Mati

Nissan Motor Co akan mengirim pesan ke konsumen bahwa teknologi kendaraan bermesin bensin masih belum mati.
Tegar Arief | 26 November 2017 17:42 WIB
Nissan - Reuters/Nigel Roddis

Bisnis.com, BEIJING - Nissan Motor Co akan menjadikan ajang pameran otomotif Los Angeles di Amerika Serikat yang digelar beberapa hari lagi untuk mengirim pesan ke konsumen bahwa teknologi kendaraan bermesin bensin masih belum mati.

Shinici Kiga, kepala kelompok proyek mesin bensin Nissan, pada Minggu (26/11/2017) mengatakan perusahaan tersebut bertekad memperbaiki teknologi pembakaran hingga beberapa dekade ke depan.

Bahkan, untuk mempertegas teknologi ini, pabrikan asal Jepang tersebut akan meluncurkan kendaraan sport Infiniti QX50 baru dalam sebuah acara media di Los Angeles 28 November mendatang.

Kiga menjelaskan QX50 akan menjadi kendaraan pertama dengan sistem rasio kompresi variabel, di mana mesin memiliki efisiensi termal maksimal sekitar 40%, sebanyak dua kali tingkat mesin bensin yang saat ini diterapkan yakni rata-rata 20%-30%.

Sementara itu, James Chao, kepala konsultan Asia Pasifik IHS Narkit Automotive menyatakan memajukan teknologi mesin pembakaran internal adalah salah satu tren yang paling diabaikan industri ini.

Mesin model baru yang digunakan dalam QX50 yakni VC-Turbo menggunakan perangkat elektronik dan perangkat lunak baru untuk memilih kompresi optimal dalam pembakaran yang sapai saat ini menjadi faktor kunci terkait kekuatan dan efisiensi pada mesin berbahan bakar bensin.

Mesin turbo berkapasitas 2 liter 4 silinder VC-Turbo ini mampu menghemat konsumsi bahan bakar sekitar 30%-35% dibandingkan dengan mesin V6 3,5 liter yang lebih besar. Padahal kekuatan torsi yang dihasilkan terbilang sebanding.

Tag : nissan
Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top