ALAT BERAT: Trakindo Pasarkan Dozer Cat D9T

Reklamasi di lokasi pertambangan menjadi salah satu momen yang digunakan Trakindo saat memperkenal produk Caterpillar terbaru di Indonesia, Dozer Cat D9T.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 26 Oktober 2017  |  16:05 WIB
ALAT BERAT: Trakindo Pasarkan Dozer Cat D9T
Bulldozer Caterpillar D9T - cat.com

Bisnis.com, JAKARTA – Reklamasi di lokasi pertambangan menjadi salah satu momen yang digunakan Trakindo saat memperkenal produk Caterpillar terbaru di Indonesia, Dozer Cat D9T.

Hal itu terungkap saat Trakindo mengadakan tur media di Balikpapan, 24 dan 25 Oktober 2017 dari paparan Haris Dini Muhariyanto, Mining Product Lifecycle Manager PT Trakindo Utama.

Saat menyampaikan paparan kepada wartawan di Kantor Cabang Trakindo Utama Balikpapan, Rabu (25/10/2017), Haris menyebutkan sejumlah kelebihan bulldozer tipe ini.

Dia membandingkan dozer tipe tuas dengan tipe yang menggunakan piranti lebih memudahkan macam joystick untuk games. Tipe terakhir inilah yang ditawakran pada Dozer Cat D9T.

Ruang kabin operator Cat D9T/bisnis.com-Saeno

Sejumlah kelebihan lainnya adalah sistem perekamanan data secara elektronik sehingga untuk mendiagnosa kondisi engine menjadi lebih terukur.

Hal lain yang ditawarkan sebagai kelebihan dozer ini adalah sistem kemudi yang lebih ringan dari power steering sehingga meskipun besar buldoser ini tetap bisa bergerak lincah.

Sejumlah kelebihan lainnya terletak pada sistem pendinginan, monitoring secara elektronis, sistem suspensi dan tranmisi.

Tombol transmisi/bisnis.com-sae

Terkait jam pemakaian maksimal, Haris menyebutkan interval servicenya berkisar antara 250 sampai 500 jam penggunaan. Hal itu tergantung situasi penggunaan, apakah berdebu, dalam udara relatif bersih dan sangat berdebu.

Terkait lokasi pertaambangan, Haris menyebutkan kemampuan unjuk kerja dozer ini.

Haris menyebutkan “karena kondisi pertambangan yang terdiri dari area timbunan tanah serta permukaan yang tidak rata, industri pertambangan membutuhkan dozer untuk mendukung kelancaran operasional pertambangan.“

Dilengkapi pisau atau blade untuk pekerjaan multi fungsi, alat berat dengan ciri khas memakai rantai atau track sebagai pengganti fungsi roda ini, dapat melakukan aktivitas mendorong, meratakan, menimbun, serta mampu beroperasi di permukaan lunak maupun keras. Begitu pula di daerah rata ataupun daerah dengan kemiringan tertentu, serta daerah berbukit.

Tuas penggerak/bisnis.com-sae

Mengusung engine C18 dengan teknologi ACERT memberikan dozer Cat D9T daya dan keandalan untuk memindahkan lebih banyak material dengan traksi yang lebih tinggi.

“Dozer Cat D9T dilengkapo power train yang dapat mengoptimalkan kinerja dengan biaya per unit lebih rendah dan memundahkan pengoperasian,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kontrol engine ADEN A4 mengelola penyaluran bahan bakar untuk kinerja lebih optimal. Sedangkan desain modular pada dozer Cat D9T mendukung servis yang lebih efisien dan waktu perbaikan yang cepat.

Demi kenyaman kerja operator, kabin Dozer Cat D9T memiliki isolasi untuk mengurangi kebisingan dan getaran. Sistem kontrol kemudi juga dirancang ergonomis untuk memudahkan pengoperasian,

“Konstruksi dozer Cat D9T yang tahan lama sangat sesuai untuk kondisi kerja berat di medan yang ekstrem,” ujarnya.

Terkait harga, Hars meyebutkan Dozer Cat D9T ditawarkan dengan harga bervariasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Kesiapan Trakindo

Kepala Cabang Trakindo Utama Balikpapan Adi Mauraga menyatakan kesiapan mendukung aktivitas di bidang mining, energi, konstruksi, agriculture, juga marine.

Ia memastikan dengan life cycle yang memungkinkan produk Caterpillar dibangun ulang (rebuild), sehingga tampil kembali bagaikan baru, pembelian produk ini memberikan nilai investasi menguntungkan.

Ia menyebutkan, produk yang ditawarkan Trakindo dapat di-rebuild hingga 4-5 kali sehingga usia pakai menjadi lebih panjang.

Haris menambahkan, Trakindo siap memenuhi berapa pun kebutuhan pasar akan alat berat.
Terkait life cycle unit alat berat, Haris mengibaratkannya dengan balon yang ditekan.

Jika perawatan terjadwal dengan baik misalnya setiap 15 ribu sampai 20 ribu jam pakai dilakukan perawatan maka hasilnya akan lebih bagus dari pada alat berat dipaksa bekerja tanpa henti.

Chief Administation Officer Trakindo Utama Maria T. Kurniawati menambahkan, selama unit alat berat diperlakukan secara tepat guna maka selain life cycle menjadi lebih baik hasil kerjanya pun akan optimal.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
trakindo

Editor : Saeno
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top