Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Infrastruktur Pengembangan Kendaraan Listrik Disiapkan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan infrastruktur listrik yang mudah dijangkau sebagai langkah untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar listrik.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 22 Oktober 2017  |  18:38 WIB
Infrastruktur Pengembangan Kendaraan Listrik Disiapkan
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengendarai sepeda motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (19/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bisnis.com,JAKARTA-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan infrastruktur listrik yang mudah dijangkau sebagai langkah untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar listrik.

"Kalau dari Kementerian ESDM tugasnya memastikan penyediaan energi listrik mudah. Ini yang sedang kita percepat," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjawab bisnis, Ahad (22/10).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meminta PT PLN (Persero) untuk mempercepat dan memperluas pembangunan stasiun penyedia listrik umum (SPLU) di beberapa kota besar. Jonan juga meminta PLN untuk membangun SPLU di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Di SPBU mana saja, tidak hanya di SPBU Pertamina Selain itu, SPLU juga akan dibangun di tempat-tempat umum seperti tempat parkir dan pusat perbelanjaan."

Hingga saat ini, PLN menyediakan 800 unit stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di beberapa kota besar. Sebanyak 550 unit sudah disebar di beberapa tempat umum di Jakarta. PLN menargetkan akan membangun 5.000 unit SPLU pada tahun ini.

Jonan mengatakan, Presiden Joko Widodo tengah menyusun regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) untuk pemberian insentif kepada pelaku industri kendaraan motor listrik.

Regulasi ini akan menjadi acuan dan road map bagi pelaku usaha dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Menurut Jonan, pemerintah mendukung penjualan kendaraan listrik dalam negeri. Dia juga berharap industri dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor dengan harga yang lebih murah.

Jonan telah mencoba mengendarai sepeda motor dalam negeri jenis scooter matic, Gesits. Purwarupa sepeda motor tersebut merupakan buatan dalam negeri PT Gesits Technology Indo, anak perusahaan Garansindo Group.

Sepeda motor itu dinamai Gesits yang risetnya ditangani kelompok mahasiswa Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Gesits merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS.

CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan ITS dan PT Wijaya Karya Konstruksi. Sepeda motor tersebut akan dijual murah di pasaran, pada tahun depan. Untuk awal, sepeda motor tersebut akan dijual 80.000 unit dengan harga jualndi kisaran Rp17-Rp20 juta per unit.

"Kita menyasar kalangan masyarakat perkotaan dan masyarakat desa," katanya.

Sepeda motor ini adalah sepeda motor listrik pertama biatan nasional yang sepenuhnya dibangun dan dikembangkan oleh kelompok mahasiswa ITS yang dipimpin oleh Dr. M. Nur Yuniarto.

Kendaraan ini diciptakan untuk tujuan menjadi alat transportasi nasional yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Gesits mengaplikasi motor elektrik berdaya 5 kw dengan torsi mencapai 15nm pada 3.000 rpm. Untuk menggerakkan motor elektriknya Gesits dibekali baterai Lithium-Ion dengan sistem menajemen baterai yang seluruhnya produk dalam negeri.

Dalam kondisi baterai terisi daya penuh, Gesits mampu menempuh jarak 100 km dengan kecepatan maksimal 100 kmh. Pengisian ulang baterai hanya butuh waktu tiga jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Motor Listrik
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top