Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MOGOK KERJA JICT: Ekspor Impor Kendaraan Diklaim Aman

Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) diyakini tidak akan berdampak besar terhadap arus ekspor impor kendaraan bermotor. Sejumlah produsen mengklaim hingga saat ini lalu lintas pengiriman masih berjalan normal.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 07 Agustus 2017  |  16:37 WIB
Deretan mobil baru siap diekspor.  - Bisnis.com
Deretan mobil baru siap diekspor. - Bisnis.com

JAKARTA – Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) diyakini tidak akan berdampak besar terhadap arus ekspor impor kendaraan bermotor. Sejumlah produsen mengklaim hingga saat ini lalu lintas pengiriman masih berjalan normal.

Deputy Director Sales Operation PT Mercedes Benz Distribution Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menjelaskan perusahaan belum menerima laporan adanya keterlambatan ekspor impor kendaraan, baik dalam bentuk completely built up (CBU) maupun completely knock down (CKD).

“Kalau dari sisi suplai unit masih tidak ada pengaruhnya, atau belum ada dampaknya. Kalau dari sisi logistik masih belum tahu. Dampak dari sisi logistik seperti apa masih kami pelajari,” katanya kepada Bisnis, Senin (7/8).

JICT merupakan salah satu terminal yang menopang aktivitas ekspor impor barang. Dalam setiap pekan, terminal ini menangani bongkar muat sebanyak 20 kapal atau 42% dari total aktivitas bongkar muat yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun Kari menegaskan hingga saat ini distribusi kendaraan masih berjalan dengan lancar. Seandainya ada kendala yang disebabkan oleh mogok kerja tersebut, kemungkinan ada pada bagian distribusi logistik. “CBU atau CKD masih aman.”

Hal senada dikatakan oleh Direktur Production Enginering dan Vehicle Manufacturing PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto. Sebagai produsen dan eksportir kendaraan terbesar, aktivitas perdagangan internasional perusahaan tersebut masih belum terdampak.

“Sampai saat ini operasi kami di produksi tidak ada pengaruh dari mogok kerja itu. Baik importasi CKD maupun ekspor mobil dan CKD masih berjalan normal,” ujarnya.

Sepanjang semester pertama tahun ini, ekspor CBU dari Indonesia sebanyak 113.269 unit, adapun impornya tercatat sebanyak 44.771 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekspor Otomotif jict
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top